A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: lang

Filename: controllers/Website.php

Line Number: 152

Backtrace:

File: /home/rsadvent/html/application/controllers/Website.php
Line: 152
Function: _error_handler

File: /home/rsadvent/html/index.php
Line: 324
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: lang

Filename: controllers/Website.php

Line Number: 157

Backtrace:

File: /home/rsadvent/html/application/controllers/Website.php
Line: 157
Function: _error_handler

File: /home/rsadvent/html/index.php
Line: 324
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: lang

Filename: controllers/Website.php

Line Number: 175

Backtrace:

File: /home/rsadvent/html/application/controllers/Website.php
Line: 175
Function: _error_handler

File: /home/rsadvent/html/index.php
Line: 324
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: lang

Filename: controllers/Website.php

Line Number: 424

Backtrace:

File: /home/rsadvent/html/application/controllers/Website.php
Line: 424
Function: _error_handler

File: /home/rsadvent/html/index.php
Line: 324
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: lang

Filename: controllers/Website.php

Line Number: 434

Backtrace:

File: /home/rsadvent/html/application/controllers/Website.php
Line: 434
Function: _error_handler

File: /home/rsadvent/html/index.php
Line: 324
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: lang

Filename: controllers/Website.php

Line Number: 436

Backtrace:

File: /home/rsadvent/html/application/controllers/Website.php
Line: 436
Function: _error_handler

File: /home/rsadvent/html/index.php
Line: 324
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: lang

Filename: controllers/Website.php

Line Number: 436

Backtrace:

File: /home/rsadvent/html/application/controllers/Website.php
Line: 436
Function: _error_handler

File: /home/rsadvent/html/index.php
Line: 324
Function: require_once

Info & Kesehatan

Customer Service (022) 2034386 | IGD (022) 2038008

RUMAH SAKIT ADVENT

Info & Kesehatan

Phthalate Mengancam Tumbuh Kembang Anak

Web Admin RSA

PHTHALATE MENGANCAM TUMBUH KEMBANG ANAK

 

Di era modern ini kita menginginkan segala sesuatu kebutuhan kita praktis, rapi dan ringan serta aman. Banyak kemasan berbagai kebutuhan sehari-hari juga makanan terlebih makanan ringan, dikemas dengan ukuran lebih kecil dan pribadi sehingga menarik dan memudahkan. Kita tidak menyadari ternyata ada zat yang membahayakan bagi kesehatan kita terlebih mengancam tumbuh kembang bagi anak-anak, yaitu  phthalate.

Apakah Phthalate itu?

Phthalate adalah bahan kimia yang ditambahkan kedalam bahan baku plastik untuk meningkatkan elastisitas, tampak transparan dan tahan lama serta tidak mudah retak. Secara kimia  phthalates tidak terikat pada plastik yang ditambahkan sehingga secara terus-menerus akan dikeluarkan ke udara, makanan dan cairan.

Bagaimana Phthalate Masuk Dalam Tubuh?

  • Tertelan

Ketika bayi mengisap jari atau mengunyah suatu benda yang mengandung plastisier ( seperti sebuah teether atau mainan yang biasa dipegang) maka bahan kimia bisa berakhir ditubuh bayi tersebut.

  • Terserap

Ketika menggunakan parfum dan wewangian yang lain, cologne bayi, cat kuku, hair spray, kream, bedak, lotion, dll, bahan kimianya dapat terserap melalui kulit dan masuk kedalam peredaran darah.

  • Terhirup

Phthalate dapat terhirup dari debu atau udara dan juga setiap produk yang melepaskan gas dan produk mengandung vinyl. (misal: ketika anak merangkak dan bermain dilantai yang berlapis vinyl).

Dimana Phthalate Ditemukan?

Phthalate bisa ditemukan pada berbagai jenis produk. Pada produk perawatan diri seperti kosmetik, parfum, lotion, dll. phthalates digunakan untuk membantu menjadi pelumas zat lain, menjadikan lotion menyatu dan lembut pada kulit, dan menjaga wangi bertahan lebih lama. Phthalate juga ditemukan pada mainan anak-anak, baby lotion dan cologne,shampo dan bedak bayi,  benda elektronik seperti komputer, produk perawatan mobil, pembasmi serangga, dan produk rumah tangga termasuk bungkus dan wadah plastik juga tirai mandi, wall paper dan semua produk vinyl.

Apabila membeli barang perlu diperhatikan label, terlebih kandungan/isinya dari kemasan tersebut. Carilah produk yang berlabel bebas Phthalate seperti pada daftar berikut ini:

  • DBP (dibutyl phthalateshalate)
  • DNOP (di-n-octyl phthalateshalate)
  • DiNP (diisononyl phthalateshalate)
  • DEP (diethyl phthalateshalate)
  • BBzP (benzyl butyl phthalateshalate)
  • DEHP (di 2-ethylhexl phthalateshalate)
  • DiDP (diisodecyl phthalateshalate)
  • DnHP (di-n-hexyl phthalateshalate)
  • DMP (dimethyl phthalateshalate)
  • DnOP (di-n-octylphthalateshalate)
  • BPA (Bisphenol A)

Apa Pengaruh Phthalate Terhadap Tumbuh Kembang Anak?

Dalam jurnal yang diterbitkan pada bulan April 2013: “Phthalate Exposure and Children’s Health” memaparkan penelitian yang dilakukan di Asia, Eropa, dan US bahwa Phthalate berpengaruh terhadap hormon reproduksi terlebih pada bayi laki-laki, masa kehamilan ibu lebih panjang sampai 5 hari dari yang normal, menurunkan IQ anak, perkembangan fisik dan mental. Masa kanak-kanak yang terpapar phthalate dapat meningkatkan resiko penyakit alergi dan eksema. Sedangkan penelitian dari enam negara yang lain melaporkan phthalate menyebabkan anak usia 1-6 tahun mengalami perubahan perkembangan fisik dan memiliki tingkah laku seperti anak autis dan ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder).

Sebuah studi di Februari 2008 yang dikeluarkan pada Journal of Pediatrics, peneliti dari Universitas Washington dan Universitas Rochester mendapati bayi yang ibunya menggunakan produk perawatan bayi seperti lotion, shampoo, dan bedak bayi lebih mungkin memiliki kandungan phthalate dalam urin daripada bayi yang ibunya tidak menggunakan produk-produk tersebut.

Bagaimana Mencegah Terpapar Phthalate?

Mainan 
Hindari mainan yang mengandung PVC yang merupakan bahan pelembut plastik seperti mainan untuk mandi, mainan yang dapat diremas dan boneka, karena terutama terbuat dari bahan vinyl. Pilihlah mainan yang bebas plastik, pilihlah mainan kayu (tidak dicat) dan mainan yang terbuat dari materi tekstil bebas plastik. Periksa mainan , apakah produk mainan tersebut pernah diklaim oleh Komisi Keamanan Konsumen karena berbahaya. Jika Anda memiliki mainan kayu (tidak dicat) sebelum tahun 1978 maka dianjurkan untuk mainannya diganti. Untuk mengetahui mainan yang mengandung produk bahan beracun , Anda dapat melihat di HealthyToys.org.

Botol Bayi , Dot, Teethers dan Cangkir
Pilih yang tidak mengandung PVC, hindari Botol bayi yang terbuat dari plastik polikarbonat yang mengandung bisphenol-A, bahan kimia yang menyerupai estrogen. Pilih botol yang terbuat dari kaca , plastic polypropylene atau plastic polietilen seperti kaca  . Pilih cangkir yang terbuat dari polypropylene atau polietilen.

Alat Makan & Tempat Penyimpanan Makanan
Pilih alat makan yang mengandung kaca, batu dan keramik. Hindari alat makan lama, dan buatan tangan, keramik import. Pilihlah tempat penyimpanan makanan yang terbuat dari kaca, plastik yang dapat didaur ulang dengan symbol 1, 2, 4 , 5. Plastik yang dibuat dari polyethylene terephthalateshalate (PET) atau high-density polyethylene (HDPE) lebih aman daripada yang terbuat dari PVC. Ketika di dalam microwave, gunakan kaca atau bahan yang bebas timah.

Hindari tempat penyimpanan makanan yang terbuat dari PVC dengan symbol 3 (bisa melepaskan phthalates), polycarbonate (7) bisa melepaskan BPA  , atau polyester (6) bisa melepaskan styrene  . Kalau plastik penyimpanan makanan tersebut tidak terdapat symbol daur ulang , periksa pabrik pembuatnya. Gunakan pembungkus plastik yang terbuat dari polyethylene , plastk pembungkus rumah tangga biasanya bebas PVC.

Penutup

Akhir kata semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi kita semua terlebih bagi ibu yang sedang hamil atau orang tua yang memiliki bayi dan anak-anak infant, toddler dan usia pra sekolah agar lebih bijaksana dalam memilih, menggunakan serta memberikan bahan-bahan yang bebas dari kandungan phthalate, dan ini boleh menjadi bahan pertimbangan dalam mempersiapkan anak-anak sebagai generasi yang sehat secara fisik, mental, sosial dimasa depan.


© 2017 RS Advent Bandung