Selamat Datang di Portal Rumah Sakit Advent Bandung

RUMAH SAKIT ADVENT

Health & News

Efektifitas Metode Buteyko Pada Anak Usia Sekolah dengan Asma

Web Admin RSA

Bagi Anda yang menderita asma, mungkin Anda sering mendengar metode Buteyko atau Buteyko Breathing Technique, yakni teknik pengaturan pernafasan untuk mengatasi sindrom hiperventilasi kronik yang disebabkan oleh kebiasaan over-breathing (bernafas berlebihan). Menurut Profesor Konstantin Buteyko, asal Rusia, hiperventilasi ini dapat menyebabkan berbagai ganguan.

            Kita membutuhkan CO2 dalam konsentrasi tertentu yakni sekitar 6,5%. Sayangnya kandungan CO2 dalam udara bebas sangat sedikit hanya 0,3%. Kondisi hiperventilasi justru akan mengurangi kadar CO2 dalam tubuh kita. Ini berarti, semakin sedikit kandungan CO2 dalam tubuh sama dengan makin berkurangnya jumlah O2 yang tertukar. Selain itu saluran pernafasan akan menguncup lantaran mempertahankan CO2 dalam darah. Kondisi inilah yang memicu penyakit asma, juga bisa mempengaruhi sistem saraf, jantung, keseimbangan asam-basa dan saluran pencernaan.

            Atas semua dasar itu, Buteyko menerapkan prinsip shallow breathing (bernafas dangkal) untuk mencegah serangan sindrom hiperventilasi. Control Pause (CP) untuk  mendeteksi status kondisi asma. Cara untuk bernafas dangkal adalah sebagai berikut :

  • Langkah 1 : bernafas hanya melalui hidung, baik saat menarik nafas dan menghembus nafas. Pastikan mulut tertutup sewaktu bernafas.

  • Langkah 2 : bernafaslah hanya dengan diafragma, tidak dengan pernafasan dada. Atur posisi dan duduklah di depan cermin. Letakan tangan diperut. Perhatikan bahwa tidak terjadi penggunaan otot-otot dada untuk bernafas.

  • Langkah 3 : letakan jari di bawah hidung. Nafas haruslah sangat dangkal dimana hampir tidak terasa pergerakan udara (saat tarikan dan hembusan nafas)

  • Langkah 4 : Pengukuran control pause dan pemeriksaan denyut nadi setelah menyelesaikan tahapan 5 menit seperti yang tersebut diatas.

  • Istirahat

Sebelum memulai tahapan 5 menit berikutnya, sebaiknya istirahat. Untuk memperoleh manfaat yang besar dari latihan Buteyko ini, maka dibutuhkan waktu minimal 20 menit per hari.

  • Cara tes bernafas control pause (CP)

Control Pause untuk mendeteksi status kondisi asma. Caranya siapkan stop watch dan sebuah kursi nyaman untuk duduk dengan tegak. Kemudian mulailah bernafas dengan teratur hanya melalui hidung, dan reguler selama 30 detik atau lebih. Setelah itu, ambil nafas biasa melalui hidung, dan hembuskan biasa. Lalu, tutup perlahan hidung anda dengan ibu jari dan telunjuk, lalu mulailah jalankan stop watch. Tahan terus, sampai anda merasakan kebutuhan untuk bernafas. Lalu, buka hidung anda dan bernafas kembali melalui hidung. Periksa waktu anda, bila kurang dari 10 detik maka anda memerlukan perhatian khusus. Bila 30-40 detik cukup memuaskan, dan bila lebih dari 60 detik berarti baik.

  • Langkah-langkah ini sebaiknya dilakukan  sebelum makan atau menunggu setidaknya dua jam setelah makan karena pencernaan dapat mempengaruhi pernafasan.

 

            Bagaimana metode Buteyko ini dapat dilakukan pada anak usia sekolah yang menderita asma . Tujuan pengobatan asma pada anak-anak adalah agar anak tetap dapat hidup baik dan normal. Meminimalisasi gejala dan kunjungan ke dokter, serta menemukam metode pengobatan yang tepat . Menurut WHO 2011, ada sekitar 235 juta orang menderita asma dan merupakan penyakit kronis yang paling umum diantara anak-anak. Menurut statistik American Academy of Allergy Asthma & Immunology (AAAAI) tahun 2012, asma menyumbang sekitar 500.000 rawat inap setiap tahun dan itu adalah penyebab ketiga peringkat rawat inap di antara anak-anak di bawah usia 15 tahun. WHO pada tahun 2011, kematian akibat asma di Indonesia mencapai 14.624 jiwa. Angka ini berarti asma menyebabkan sekitar 1% total kematian di Indonesia. Sektar 1,1% populasi Indonesia menderita asma.

          Asma adalah suatu kondisi yang menyebabkan penyempitan dan peradangan pada saluran udara paru-paru, sehingga menimbulkan beberapa gejala seperti sesak nafas, batuk, suara mengi saat bernafas dan pembengkakan dan nyeri di paru-paru. Beberapa faktor pemicu asma adalah : (1) Alergen : seperti tungau debu rumah, bulu binatang, kecoa, jamur dan serbuk sari, (2) Infeksi saluran nafas atas. (3) Irritants lingkungan seperti asap, polusi udara, udara dingin atau kering, wewangian kuat atau senyawa organik yang mudah menguap di semprotan, dan produk pembersih. (4) Berolaraga. (5) Stress. Asma adalah kondisi yang tidak dibatasi oleh usia tertentu. Ia bahkan dapat menyerang anak pada  usia dini sekalipun dan sangat mempengaruhi kualita hidup. Intensitas kambuhnya asma , ternyata dapat dikontrol. Salah satunya dengan melalukan latihan pernafasan.

             Asma yang terjadi pada anak usia sekolah tidak hanya mempengaruhi status fisiologinya tetapi juga dapat mengganggu seluruh kapasitas fungsionalnya sehingga apabila hal ini tidak ditangani dengan baik maka akan menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak tersebut.  Mengingat fakta bahwa anak-anak ini berada dalam fase Industri vs Inferioritas menurut teori tahap perkembangan Psikososial  Erik Erikson penyakit kronis pada eksaserbasi akut dapat menghambat  perkembangan anak karena membatasi kesempatannya untuk melakukan perannya tidak hanya di sekolah dan di rumah tetapi juga di masyarakat. Dengan demikian kegagalan untuk berprestasi  dapat mengganggu perkembangannya.

            Pada usia ini, anak-anak mungkin tidak dapat memahami kompleksitas diagnosis dan pengobatan. Akibatnya kesalapahaman mereka tentang penyakit dapat menyebabkan ketidakmampuan untuk menangani gejala dan untuk mengatasi pada tingkat fisik dan psikologis. Sehubungan dengan ini perlu untuk memberikan manajemen yang cepat dan tepat untuk mengontrol gejala asma  sehingga dapat meningkatkan kwalitas hidup anak usia sekolah. Hal ini dapat dicapai melalui manajemen farmakologis dan terapi pelengkap lainnya yaitu complementary alternative medicine (CAM) sebagai pengobatan alternativ tambahan yaitu metode Buteyko.

            Buteyko merupakan salah satu pengobatan alternativ yang terbukti dapat mengontrol kejadian asma dan meningkatkan kualitas hidup pada anak dengan asma  hal ini didukung oleh sebuah jurnal yang berjudul “ Effectiveness of Buteyko Method in Asthma Control and Quality of Life of School-age Children”. Yang ditulis oleh Romella et.al. Tahun 2015 hasilnya penggunan metode Buteyko dalam waktu 3-4 minggu sebagai tambahan untuk manajemen konvensional asma dapat membantu di dalam meningkatkan pengontrolan asma dan meningkatkan kualitas hidup anak usia sekolah.

            Penggunaan metode Buteyko sebagai tambahan untuk manajemen konvensional asma menunjukan peningkatan yang signifikan dalam kontrol asma dimana  kebutuhan dalam obat-obatan asma mulai bisa dikurangi dan dalam meningkatkan kualitas hidup yang lebih baik di antara anak-anak usia sekolah dengan asma bronkial. Dimana kualitas hidup secara normal  di nilai oleh individu sendiri, karena kualitas hidup ditentukan oleh pengalaman-pengalaman subjektif, kondisi-kondisi dan persepsi-persepsi kita. Anak yang mempunyai kualitas hidup yang baik akan mempunyai kepuasan terhadap seluruh aspek hidupnya mulai dari segi fisik, sosial, psikologis mental, dan spiritual. 

 

 

 

 

Grace Evelyn Malinti Skep.Ners

STIKES  JENDRAL  ACHMAD YANI

PRODI KEPERAWATAN S-2  2015.

© 2017 RS Advent Bandung