Selamat Datang di Portal Rumah Sakit Advent Bandung

RUMAH SAKIT ADVENT

Health & News

Berita & Informasi


Berita dan informasi terbaru seputar kesehatan dan Rumah Sakit Advent Bandung
05 MAY
Kacang Kedelai Web Admin RSA

Sebelum tahun 1990-an, kedelai rebus dikenal sebagai kudapan pagi atau sore hari yang biasa dihidangkan di rumah-rumah. Seiring dengan perubahan waktu, kudapan yang memiliki kadar protein tinggi itu mulai hilang dari meja makan.

Sebagai bahan makanan, banyak orang tidak terlalu paham kualitas kacang kedelai. Dulu kalau ada orang makan kedelai rebus dianggap ndeso atau katro. Kedelai sering dicap sebagai makanan murahan.

Padahal, di antara jenis kacang-kacangan yang lain, kedelai merupakan sumber protein, lemak, vitamin, mineral, dan serat paling baik. Kedelai juga mampu membantu menjaga kesehatan ginjal, jantung, diabetes, rematik, anemia, hipertensi, diare, dan hepatitis.

Menurut dosen pada Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor, Sugiyono, kedelai mengandung protein 40 persen, minyak (20 persen), karbohidrat (35 persen), dan abu atau mineral (4,9 persen). Protein kedelai banyak mengandung asam amino lisin, tetapi sedikit mengandung asam amino metionin dan sistin. Asam-asam amino tersebut adalah asam amino esensial yang diperlukan tubuh.

Meskipun kedelai kekurangan asam amino metionin dan sistin, menurut Sugiyono, mengonsumsi makanan berbahan baku kedelai sangat bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan protein. Kekurangan asam-asam esensial metionin dan sistin cukup dapat dipenuhi melalui nasi yang kita makan sehari-hari.

”Kandungan gizi dalam makanan tidak ada yang sempurna. Itulah kenapa kita diharuskan makan makanan yang beragam dan seimbang, yaitu agar bisa saling melengkapi,” kata Sugiyono. (Lusiana Indriasari)

Sederhana

Meski bentuknya kecil, kedelai bisa diolah menjadi berbagai macam produk makanan. Makanan tradisional seperti yang kita kenal sekarang, yaitu tahu, tempe, kecap, tauco, susu kedelai, kembang tahu, oncom, tempe gembus, dan lain-lain terbuat dari kedelai.

Cara mengolah kedelai cukup sederhana. Tahu dibuat dari kedelai yang direndam kemudian digiling dengan penambahan air. Setelah itu, gilingan kedelai dipanaskan lalu disaring untuk mengambil sarinya, yang biasa disebut sari kedelai atau susu kedelai.

Sari kedelai ini lalu digumpalkan dengan bahan penggumpal tahu, yaitu kalsium sulfat atau asam cuka sehingga proteinnya menggumpal. Gumpalan protein ini lalu dicetak menjadi tahu.

Kedelai juga bisa difermentasikan menjadi tempe, kecap, atau tauco. Untuk membuat tempe, kacang kedelai dikupas kulitnya lalu direbus sampai agak lunak. Kedelai kemudian ditiriskan sambil didinginkan. Setelah diberi ragi, kedelai dibungkus dengan daun atau plastik yang diberi lubang-lubang kecil. Proses ini membutuhkan waktu 2-3 hari agar seluruh kedelai bisa menjadi tempe.

Adapun pembuatan tauco dan kecap hampir sama. Setelah dikupas dan direndam, kedelai diberi ragi kecap atau ragi jamur dan dibiarkan selama 2-3 hari. Setelah kedelai ditumbuhi jamur kemudian dijemur lalu direndam dengan air garam selama satu bulan atau lebih. Agar menjadi kecap atau tauco, kedelai lalu diperas, diambil sarinya, dan ditambah dengan bumbu-bumbu sehingga menjadi kecap dan tauco.

Sugiyono menambahkan, kedelai kini tidak hanya diproses menjadi makanan tradisional, seperti tahu, tempe, oncom, tauco, atau kecap. Melalui proses berbeda-beda, kedelai bisa diolah menjadi salah satu bahan baku makanan bayi, susu kedelai, minyak, lesitin, bahkan daging tiruan. Daging tiruan ini banyak digunakan restoran yang menyediakan menu untuk vegetarian.

Susu kedelai

Selain tempe dan tahu, produk yang tidak kalah populer sekarang ini adalah susu kedelai. Susu kedelai sering dianggap bisa membantu menjaga kesehatan tubuh.

Sekarang susu kedelai mudah ditemukan di berbagai toko swalayan, dikemas dalam plastik, botol, hingga karton. Susu kedelai juga banyak dijual keliling di kompleks perumahan.

Komposisi susu kedelai hampir sama dengan susu sapi. Oleh karena itu, susu kedelai dapat digunakan sebagai pengganti susu sapi, terutama bagi mereka yang alergi terhadap laktosa pada susu sapi. Anak balita hanya membutuhkan dua gelas susu kedelai untuk memenuhi 30 persen kebutuhan protein sehari.

Meski begitu, susu kedelai tidak mengandung vitamin B12 dan kandungan mineralnya, terutama kalsium, lebih sedikit daripada susu sapi. Oleh karena itu, biasanya susu kedelai yang diproduksi pabrik selalu ditambah dengan mineral dan vitamin.

Kemajuan di bidang teknologi juga membuat kedelai menjadi bahan yang digunakan dalam dunia kedokteran. Lesitin dalam minyak kedelai, misalnya, dibuat menjadi infus untuk terapi penyakit jantung koroner.

Salah satu kendala mengapa produk olahan kedelai tidak banyak disukai orang adalah baunya yang langu. Sugiyono mengatakan, bau langu pada kedelai berasal dari reaksi hidrolisis asam lemak tidak jenuh oleh enzim lipoksigenase. Reaksi ini menghasilkan senyawa yang mudah menguap.

”Bau langu dapat dikurangi dengan cara pemanasan yang dapat mengaktifkan enzim. Bau langu juga bisa dikurangi dengan menambahkan sedikit kapur sirih,” kata Sugiyono.

KANDUNGAN GIZI KEDELAI

Meski berbahan dasar sama, produk olahan dari kedelai memiliki kandungan gizi berbeda-beda. Dosen pada Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Sugiyono, mengatakan, untuk menentukan nilai gizi suatu makanan sebaiknya diukur dengan kadar kandungan tertentu, misalnya kadar protein, kadar lemak, kadar vitamin tertentu, kadar serat, dan lain-lain.

Nilai gizi suatu makanan sebaiknya juga dikaitkan dengan tujuan mengonsumsi makanan itu. Bagi orang yang sedang diet, makanan yang rendah kadar lemak dianggap lebih baik dibandingkan dengan makanan yang tinggi kadar lemaknya. Sebaliknya, bagi yang kekurangan energi lebih baik mengonsumsi makanan yang tinggi kadar lemaknya.

Produk-produk yang dibuat dari kedelai, menurut Sugiyono, umumnya memiliki kadar protein relatif tinggi. Tahu pada dasarnya terdiri dari protein dan air sehingga tinggi kadar proteinnya. Sementara, tempe tidak hanya mengandung protein tinggi, tetapi juga mengandung lemak, vitamin, mineral, dan memiliki daya cerna yang baik.

Kecap dan susu kedelai mengandung protein dan lemak yang tidak terlalu tinggi (kadar protein dan kadar lemak kurang dari 5 persen). Tauco mengandung protein dan lemak dari kedelai. Kembang tahu mengandung protein dan lemak yang relatif tinggi.

Secara keseluruhan, menurut Sugiyono, di antara produk-produk di atas, tempe memiliki kadar protein, kadar lemak, kadar mineral, kadar vitamin, kadar serat, dan daya cerna yang tinggi. Kadar zat antigizi pada tempe juga rendah. Semakin rendah zat anti gizi, maka semakin bagus kandungan gizi pada suatu makanan.

Penyimpanan

Produk kedelai memiliki daya tahan berbeda demikian pula cara penyimpanannya. Tahu sebaiknya disimpan di lemari es dan dapat tahan selama beberapa hari. Pada suhu ruang, tahu hanya dapat tahan setengah hari atau satu hari.

”Jika tahu dapat tahan lebih dari satu hari pada suhu ruang, besar kemungkinan tahu tersebut sudah diberi pengawet,” ungkap Sugiyono. Susu kedelai juga tidak tahan lama. Untuk itu sebaiknya susu kedelai segera disimpan di dalam lemari es setelah dibeli atau dibuat, kecuali produk susu kedelai yang sudah disterilkan dalam kemasan.

Adapun tempe, oncom, dan tempe gembus dapat tahan selama satu atau dua hari pada suhu ruang. Tempe sebaiknya disimpan dalam lemari es sehingga dapat tahan selama beberapa hari.

Kecap dan tauco dapat tahan lama pada suhu ruang. Jika tauco sudah dibuka kemasannya sebaiknya disimpan dalam lemari es. Kembang tahu, makanan bayi, makanan ringan, dan daging tiruan juga dapat disimpan pada suhu ruang karena kering dan awet. Demikian juga dengan minyak kedelai.

12 MAY
Manfaat Sinar Matahari Pagi Web Admin RSA

Kebiasaan berjemur sinar matahari di pagi hari tampaknya sudah mulai kehilangan pamor. Tidak sedikit orang yang sekarang memilih bangun siang, kalaupun harus bangun pagi-pagi, itu karena harus berangkat pagi-pagi ke kantor dan sekali lagi tidak bisa menikmati berjemur sinar matahari pagi. Ironis nampaknya, jika dahulu para orang tua selalu membiasakan untuk berjemur di bawah sinar matahari demi pertumbuhan buah hati, tetapi sekarang kegiatan itu ditinggalkan.

 

Padahal banyak sekali Manfaat sinar matahari pagi yang bisa diraih dengan berjemur di pagi hari. Sinar matahari pagi dapat membunuh mikroba dan bakteri. Itulah kenapa karpet dan kasur harus dijemur, sekalipun tidak dicuci. Karena meskipun tidak dicuci, tetapi matahari dapat membunuh bakteri yang ada pada karpet atau kasur. Kemudian ternyata sinar matahari dapat meningkatkan suasana hati atau mood menjadi positif. Ini merupakan salah satu cara yang paling mudah dilakukan untuk mengusir perasaan galau. Sinar matahari juga dapat mengatasi insomnia. Berjemur di bawah sinar matahari pagi juga ternyata dapat membantu melancarkan sirkulasi darah sehingga asupan nutrisi tidak terganggu dan kesehatan tetap terjaga.

 

Manfaat sinar matahari pagi yang lain dari berjemur pagi yang paling sering didengar adalah untuk kesehatan tulang. Hal ini karena sinar matahari membantu stimulasi vitamin D yang sangat dibutuhkan untuk tulang dan gigi. Stimulasi vitamin D ini juga sangat dibutuhkan untuk bayi, sehingga jemur pagi identik dengan bayi. Pada bayi, sinar matahari juga akan sangat membantu untuk meningkatkan kerja hati sehingga bisa mengurangi kadar bilirubin yang biasanya dialami oleh bayi baru lahir.

 

Sebagai penduduk negara tropis, bangsa Indonesia seharusnya tidak kekurangan vitamin D. Matahari menjadi sumber utama sinar ultraviolet beta yang membentuk vitamin D sehingga vitamin ini berlimpah di Nusantara.

Namun, meningkatnya kesibukan dan jumlah bangunan di kota-kota besar membuat banyak anak cenderung kehilangan sinar matahari pagi yang berkhasiat. Mereka harus berangkat sebelum matahari terbit untuk menghindari kemacetan dan tak banyak lagi ruang terbuka untuk bermain di lingkungan rumah dan sekolah.

Di kota-kota besar—terutama pada masyarakat kelas menengah—kekhawatiran terhadap keamanan lingkungan membuat anak-anak mereka jarang diperbolehkan bermain di luar rumah. Saat akhir pekan pun anak-anak lebih banyak diajak ke mal, apalagi di sana juga tersedia fasilitas bermain.

Khasiat besar

 

Padahal, khasiat vitamin D begitu luar biasa. Suatu penelitian yang pada Desember lalu dipublikasikan di jurnal Dermato-Endocrinology menyebutkan, vitamin D membantu mengurangi risiko berkembangnya autisme.

Penelitian di beberapa negara bagian Amerika Serikat itu berlangsung tahun 2010 pada anak berusia 6-17 tahun dengan tingkat prevalensi autisme yang bervariasi. Ternyata, di negara-negara bagian yang banyak disinari ultraviolet beta, kasus autismenya hanya setengah dari negara-negara bagian yang musim panasnya terbatas.

Tidaklah mengherankan apabila kekhawatiran akan terjadinya defisiensi vitamin D terus meningkat, terutama negara yang tidak sepanjang tahun disinari matahari. November bahkan menjadi bulan kewaspadaan vitamin D dan berbagai penelitian dilakukan dengan hasil yang mengagetkan.

Prof Mitch Blair dari Royal College of Paediatrics and Child Health, Inggris, Desember lalu menulis di BBC News bahwa separuh dari jumlah anak dan 90 persen dari populasi multietnik dewasa yang tinggal di Inggris kekurangan vitamin D.

Defisiensi vitamin D diketahui terkait erat dengan munculnya berbagai gangguan kesehatan pada anak-anak dan dewasa, seperti diabetes, tuberkulosis, multiple sclerosis, dan rakitis: gangguan pada tulang yang banyak dijumpai pada anak-anak miskin di Inggris.

Di Selandia Baru yang banyak bermandi sinar matahari, ada Universitas Massey yang meneliti status vitamin D anak dengan dana dari Health Research Council negeri itu. Anak-anak berumur 2-4 tahun direkrut sepanjang Agustus dan September 2012 untuk melihat korelasi kecukupan vitamin D dengan gangguan pernapasan, penyakit kulit seperti eksim, dan alergi.

Penelitian di Selandia Baru juga penting untuk mengukur peran sinar matahari pada pembentukan vitamin D karena hampir semua bahan makanan di negara tersebut masih bebas dari fortifikasi vitamin D. Meskipun vitamin D juga terdapat pada sejumlah makanan seperti minyak ikan, telur, dan jamur, kadarnya hanya 10 persen dari rekomendasi untuk kecukupan asupan.

Vitamin D tergolong hormon steroid yang produksi dan metabolismenya baru berlangsung saat kulit terpapar sinar ultraviolet beta. Sepanjang tiga dekade, defisiensi vitamin D diasosiasikan dengan berbagai penyakit seperti kanker, gangguan kardiovaskular, otoimun, dan diabetes. Namun, para peneliti di Universitas Massey juga berhasil membuktikan bahwa kekurangan vitamin D bisa memicu resistensi terhadap insulin sehingga memunculkan diabetes melitus tipe

Upaya intervensi

 

Menurut Prof Mitch Blair, upaya mengatasi defisiensi vitamin D harus dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari penyediaan suplemen vitamin D secara luas dan dengan harga murah hingga fortifikasi vitamin D pada berbagai jenis makanan dan minuman.

Hasil penelitian Prof Marlena Kruger, masih dari Universitas Massey, yang berlangsung di Jakarta, Indonesia, dan Manila, Filipina, sepanjang tahun 2007-2008, menunjukkan bahwa fortifikasi vitamin D memang signifikan mengurangi defisiensi.

Dalam penelitian ini, perempuan responden yang sudah menopause diminta meminum susu yang sudah difortifikasi vitamin D, magnesium, dan seng, sedangkan responden kontrol hanya meminum plasebo berisi serum hormon paratiroid. Kadar vitamin D responden diukur sebelum dan setelah intervensi dilakukan.

Seperti yang dimuat dalam jurnal ilmiah Bone volume 46, Maret 2010, hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan yang minum susu fortifikasi berkurang defisiensi vitamin D-nya. Pada perempuan Indonesia, defisiensi turun dari 70 persen menjadi 22 persen dan pada perempuan Filipina turun dari 20 persen menjadi 0 persen. Susu yang difortifikasi vitamin D, magnesium, dan seng juga sukses meningkatkan kadar osteokalsin pada minggu kedelapan dari 18 persen menjadi 25 persen. Procollagen tipe I N-propeptide (PINP) juga meningkat pada minggu kedelapan dari 15 persen menjadi 21 persen.

Kedua senyawa tersebut berperan dalam pembentukan tulang. Artinya, minum susu secara teratur—terutama yang sudah difortifikasi—membantu memperkuat tulang dan mencegah osteoporosis.

Perlu sosialisasi

Oleh karena itu, sosialisasi peran vitamin D menjadi penting. Meski Indonesia mendapat sinar matahari hampir sepanjang tahun, hasil penelitian di atas menunjukkan bahwa masih banyak penduduk yang mengalami defisiensi vitamin D, terutama perempuan.

Maka, pertama-tama masyarakat perlu memahami peran vitamin D, dampaknya apabila kekurangan, dan kemudian cara-cara untuk mendapatkan kecukupan vitamin D. Para petugas kesehatan termasuk penyuluh kesehatan, perawat, dan dokter, wajib memahami gejala kekurangan vitamin D dan bagaimana penanggulangannya.

Sejak usia dini, anak-anak juga perlu didorong beraktivitas di luar ruang. Oleh karena itu, kehadiran ruang terbuka yang aman dan nyaman menjadi penting agar berkah sinar ultraviolet beta tidak sia-sia.

 

MENCEGAH KEPIKUNAN

Penyakit Alzheimer terdengar menakutkan dan sulit ditangani. Namun mungkin Anda tidak akan pernah menyangka bila dengan cukup mencukupi kebutuhan vitamin D, Anda sudah dapat mengurangi risiko terkena Alzheimer.

Dua studi baru menemukan, vitamin D dapat mengurangi risiko perempuan terkena penyakit Alzheimer,  khususnya pada wanita di usia pertengahan. Mereka yang tak cukup vitamin D memiliki risiko lebih besar terkena gangguan kognitif dan mengalami penurunan mental lebih cepat dibandingkan mereka yang mengonsumsi cukup vitamin D.

Vitamin D adalah vitamin penting yang dapat diperoleh melalui beragam jenis makanan seperti ikan, mentega, keju dan susu. Selain itu, tubuh juga mampu membuat vitamin D sendiri saat terkena sinar matahari.

Studi pertama yang diketuai Dr. Yelena Slinin, peneliti dari Medical Center di Minneapolis Amerika Serikat, menemukan bahwa wanita yang kekurangan vitamin D berisiko lebih besar mengalami ganggunan kemampuan kognitif.

Slinin dan timnya menganalisa tingkat kadar vitamin dari 6.257 wanita yang dilibatkan dalam penelitian Osteopathic Fractures. Para wanita juga mengalami tes kemampuan mental yang dikenal sebagai Mini-Mental State Examination dan/atau Trail Making Test Part B.

Para peneliti menemukan, wanita dengan tingkat kadar vitamin D yang sangat rendah yaitu kurang dari 10 nanogram per mililiter serum darah berisiko lebih besar mengalami gangguan kognitif lebih cepat. Selain itu, rendahnya kadar vitamin D yaitu kurang dari 20 nanogram per mililiter di antara wanita yang mengalami gangguan kognitif, berkaitan dengan risiko lebih besar mengalami penurunan mental (demensia).

Studi kedua yang diketuai Dr. Cedric Annweiler dari Angers University Hospital di Perancis juga menyatakan hal yang senada.  Setelah menganalisa data 489 wanita yang berpartisipasi dalam Epidemiologi Osteoporosis, peneliti menemukan bahwa wanita yang mengonsumsi cukup vitamin D lebih tidak mudah terkena penyakit syaraf.

Hasil penelitian menunjukkan, wanita dengan penyakit Alzheimer mengonsumsi vitamin D rata-rata 50,3 mikrogram per minggu. Sedangkan wanita yang mengidap demensia mengonsumsi rata-rata 53,6 mikrogram per minggu, dan wanita tanpa penyakit syaraf apapun rata-ratanya adalah 59 mikrogram per minggu.

Peneliti berpesan, penting artinya bagi Anda untuk mencukupi kebutuhan vitamin D. Cara yang dapat dilakukan di antaranya adalah meningkatkan asupan makanan sumber vitamin D, minum suplemen, hingga berjemur di bawah sinar matahari pagi.

18 MAY
Sebuah Sikap yang Sehat Web Admin RSA

Sikap / perilaku adalah sebuah kata yang penting untuk dimengerti pada waktu kita memikirkan tentang kehidupan yang sehat.

Kita mendengar ada sikap yang benar dan ada sikap yang salah. Apakah yang membuatnya berbeda bila kita mempunyai salah satunya ? Sikap itu menentukan bagaimana kita menghadapi kesulitan-kesulitan, masalah-masalah, sakit penyakit, keberhasilan dan pekerjaan. Segala sesuatu yang terjadi pada kita setiap hari. Adalah penting bagi kita untuk mengtahui pengaruh dari perilaku itu sendiri. Orang yang sukses atau gagal tergantung pada bagaimana mereka bereaksi pada situasi kehidupan ini.

 

        Sikap yang angkuh akan menjauhkan kita dari teman. Sikap yang mencurigakan akan merenggangkan persahabatan. Yang lebih penting lagi, sikap-sikap tersebut berpengaruh pada kesehatan kita. Tingkah laku apakah yang merusak ?

 

         Ketika Anda diabaikan dan sementara orang lain mendapatkan promosi, bagaimana perasaanmu ? Ketika Anda diberitahu Bahwa penyakit gula Anda mempengaruhi mata Anda dan secara perlahan-lahan kehilangan penglihatan, apakah yang Anda pikirkan di benak Anda ?

 

         Banyak orang menjadi sangat tidak enak, marah, dan jengkel. mereka berbicara tidak ramah pada orang yang mereka sayangi. Mereka menjadi tidak sabar, bahkan mereka menjadi marah pada Tuhan. Yang lain beralih ke Obat-obat bius, Alkohol, atau berbagai jenis makanan untuk melupakan  semua itu.

Bahkan yang lainnya lagi berpikir seperti tidak ada yang berubah seperti burung unta dengan kepalanya di pasir seolah-olah tidak ada masalah apapun.

Kadang-kadang penting bagi kita untuk merasakannya sendiri sampai kita sudah siap menghadapi situasi dan melihat apa yang baik dari situ, bagaimana  Tuhan akan mengubah situasi atau masalah-masalah yang terjadi.

Sehingga kita membuat lebih dekat kepadaNya dan mengajarkan kita untuk lebih mengandalkanNya.

       

        Pada waktu kita melakukan hal tersebut , kita tidak akan menanggung beban sendirian tetapi kita mendapat pertolongan yang terbaik di dunia ; Kekuatan dan pertolongan dari Tuhan sendiri. Masalah dan rasa sakit adalah bagian yang normal dalam kehidupan  , tetapi dengan pertolongan Tuhan, kita dapat menerima tanggungjawab untuk mengatasi dengan bijak dan mempunyai jalan keluar dalam menyelesaikan masalah-masalah kita.

Ketidakmampuan untuk menerima kenyataan bahwa kepedihan dan kesulitan-kesulitan itu merupakan hal yang biasa dalam hidup ini, dapat membawa kita pada rasa sakit pikiran, bahkan juga pada masalah kesehatan tubuh dan penyakit lain. Lebih dari seratus tahun yang lalu  seorang penulis terkenal Ellen G. White menuliskan :

 

“ Penyakit pikiran terjadi dimana-mana. Sembilan dari sepuluh penyakit yang diderita   manusia berasal dari pikiran “

 

        Stress adalah sesuatu yang normal yang sering kita alami yang memungkinkan kita tidak dapat melakukan pekerjaan kita, mengadakan janji yang tepat waktu , dll.

Jika kita larut atau terbawa dengan masalah-masalah itu dan lupa untuk minta pertolongan Tuhan, tekanan ini bukan lagi stress yang baik tetapi merupakan tekanan.

Semua ini bisa membuat kita sakit tulang belakang, pusing-pusing, tekanan darah tinggi, dll.

 

        Para peneliti mengatakan Bahwa walaupum pola hidup berubah seperti, makan makanan yang bergizi, memulai latihan aerobik, tidur 6-8 jam setiap malam, berpantang pada alkohol, rokok dan obat-obat berbahaya lainnya, jika tingkat tekanan atau stress tetap tinggi, untuk jadi sehat sangatlah lamban. 44 juta orang Amerika menderita karena tekanan darah dan 7 juta orang lainnya menderita penyakit-penyakit ringan, dimana kedua kondisi ini disebabkan karena stress yang begitu lama yang tak terselesaikan.

 

Sebab itu, sangatlah penting untuk kita ketahui bagaimana mengatasi masalah yang kita hadapi tanpa mengalami stress. Kecemasan / rasa cemas dapat menyebabkan masalah kesehatan.

 

“ Pikiran, merupakan faktor penentu dalam kesehatan “

 

        Pikiran merupakan faktor penyebab penyakit, dan pada saat yang sama pikiran kita juga menjadi faktor yang menentukan bagi kesehatan. Anda dapat meningkatkan kesehatan Anda dengan memiliki kebahagiaan dalam hati Anda.

Suatu eksperimen telah dilakukan di UCLA ( Universitas California Los Angeles ) dimana dua sampel / contoh darah yang diambil dari seorang sukarelawan. Contoh darah pertama digunakan sebagai dasar dan kemudian contoh darah kedua diambil 5 menit kemudian .

Selama masa berselang, orang tersebut diberikan suatu keadaan dimana dia dapat merasakan sesuatu yang menyenangkan, dan secara umum mengalami emosi yang sehat .

Pemikiran yang menyenangkan tersebut dirasakan sebagai kekuatan (penguat) dan perangsang. Dalam waktu yang hanya 5 menit, hasilnya menunjukkan 5 % peningkatan secara menyeluruh pada komponen sistem kekebalan, apakah itu sel Polymorphonuclear (sel pembuluh) atau getah bening, dsb.

 

  • Peningkatan terendah pada NK sel sebanyak 30% ( NK sel adalah salah satu komponen pada sistem kekebalan yang memiliki kapasitas pelindung untuk melawan sel kanker ).

 

  • Peningkatan tertinggi adalah T lymphocytes sebanyak 200% ( T lymphocytes adalah pengaruh utama dan sel pengatur pada sistem kekebalan ).

 

  • Suatu eksperimen yang berbeda yang dilakukan oleh Dr.Lee S.Berk dari Rumah Sakit Universitas Loma Linda, ditemukan bahwa pada saat seseorang mengalami emosi yang positif, ada suatu perubahan dalam produksi hormon.

 

  • Peningkatan yang berarti dalam pembiakan sel-sel kekebalan tubuh, begitu sel kekebalan kita meningkat, kita memiliki kekebalan yang lebih baik.

 

  • Peningkatan sel kekebalan disertai dengan tanda penurunan pada Kortisol, ( Kortisol adalah suatu hormon yang kita ketahui memiliki kemampuan untuk menekankan kekebalan ).

“ Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang “

 

Pikiran memang faktor penentu dalam memiliki suatu kehidupan yang sehat. Pertanyaannya adalah : Bagaimana kita mengontrol pikiran kita supaya bebas dari stress, ketegangan, kegelisahan, kesedihan, rasa bersalah dan memiliki hati yang gembira dan pikiran yang damai untuk memperoleh kesehatan yang optimal ? Jawabnya ialah melalui Tuhan !!!

 

Ya, hanya melalui Tuhanlah kita dapat memperoleh sukacita, memiliki pikiran yang damai. Hanya Tuhanlah yang dapat memberi kita kelegaan sejati pada saat kita dibebani beban berat, yang memberikan pikiran damai.

 

 

 Sumber bacaan : Buku Ellen G. White

25 MAY
Phthalate Mengancam Tumbuh Kembang Anak Web Admin RSA

PHTHALATE MENGANCAM TUMBUH KEMBANG ANAK

 

Di era modern ini kita menginginkan segala sesuatu kebutuhan kita praktis, rapi dan ringan serta aman. Banyak kemasan berbagai kebutuhan sehari-hari juga makanan terlebih makanan ringan, dikemas dengan ukuran lebih kecil dan pribadi sehingga menarik dan memudahkan. Kita tidak menyadari ternyata ada zat yang membahayakan bagi kesehatan kita terlebih mengancam tumbuh kembang bagi anak-anak, yaitu  phthalate.

Apakah Phthalate itu?

Phthalate adalah bahan kimia yang ditambahkan kedalam bahan baku plastik untuk meningkatkan elastisitas, tampak transparan dan tahan lama serta tidak mudah retak. Secara kimia  phthalates tidak terikat pada plastik yang ditambahkan sehingga secara terus-menerus akan dikeluarkan ke udara, makanan dan cairan.

Bagaimana Phthalate Masuk Dalam Tubuh?

  • Tertelan

Ketika bayi mengisap jari atau mengunyah suatu benda yang mengandung plastisier ( seperti sebuah teether atau mainan yang biasa dipegang) maka bahan kimia bisa berakhir ditubuh bayi tersebut.

  • Terserap

Ketika menggunakan parfum dan wewangian yang lain, cologne bayi, cat kuku, hair spray, kream, bedak, lotion, dll, bahan kimianya dapat terserap melalui kulit dan masuk kedalam peredaran darah.

  • Terhirup

Phthalate dapat terhirup dari debu atau udara dan juga setiap produk yang melepaskan gas dan produk mengandung vinyl. (misal: ketika anak merangkak dan bermain dilantai yang berlapis vinyl).

Dimana Phthalate Ditemukan?

Phthalate bisa ditemukan pada berbagai jenis produk. Pada produk perawatan diri seperti kosmetik, parfum, lotion, dll. phthalates digunakan untuk membantu menjadi pelumas zat lain, menjadikan lotion menyatu dan lembut pada kulit, dan menjaga wangi bertahan lebih lama. Phthalate juga ditemukan pada mainan anak-anak, baby lotion dan cologne,shampo dan bedak bayi,  benda elektronik seperti komputer, produk perawatan mobil, pembasmi serangga, dan produk rumah tangga termasuk bungkus dan wadah plastik juga tirai mandi, wall paper dan semua produk vinyl.

Apabila membeli barang perlu diperhatikan label, terlebih kandungan/isinya dari kemasan tersebut. Carilah produk yang berlabel bebas Phthalate seperti pada daftar berikut ini:

  • DBP (dibutyl phthalateshalate)
  • DNOP (di-n-octyl phthalateshalate)
  • DiNP (diisononyl phthalateshalate)
  • DEP (diethyl phthalateshalate)
  • BBzP (benzyl butyl phthalateshalate)
  • DEHP (di 2-ethylhexl phthalateshalate)
  • DiDP (diisodecyl phthalateshalate)
  • DnHP (di-n-hexyl phthalateshalate)
  • DMP (dimethyl phthalateshalate)
  • DnOP (di-n-octylphthalateshalate)
  • BPA (Bisphenol A)

Apa Pengaruh Phthalate Terhadap Tumbuh Kembang Anak?

Dalam jurnal yang diterbitkan pada bulan April 2013: “Phthalate Exposure and Children’s Health” memaparkan penelitian yang dilakukan di Asia, Eropa, dan US bahwa Phthalate berpengaruh terhadap hormon reproduksi terlebih pada bayi laki-laki, masa kehamilan ibu lebih panjang sampai 5 hari dari yang normal, menurunkan IQ anak, perkembangan fisik dan mental. Masa kanak-kanak yang terpapar phthalate dapat meningkatkan resiko penyakit alergi dan eksema. Sedangkan penelitian dari enam negara yang lain melaporkan phthalate menyebabkan anak usia 1-6 tahun mengalami perubahan perkembangan fisik dan memiliki tingkah laku seperti anak autis dan ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder).

Sebuah studi di Februari 2008 yang dikeluarkan pada Journal of Pediatrics, peneliti dari Universitas Washington dan Universitas Rochester mendapati bayi yang ibunya menggunakan produk perawatan bayi seperti lotion, shampoo, dan bedak bayi lebih mungkin memiliki kandungan phthalate dalam urin daripada bayi yang ibunya tidak menggunakan produk-produk tersebut.

Bagaimana Mencegah Terpapar Phthalate?

Mainan 
Hindari mainan yang mengandung PVC yang merupakan bahan pelembut plastik seperti mainan untuk mandi, mainan yang dapat diremas dan boneka, karena terutama terbuat dari bahan vinyl. Pilihlah mainan yang bebas plastik, pilihlah mainan kayu (tidak dicat) dan mainan yang terbuat dari materi tekstil bebas plastik. Periksa mainan , apakah produk mainan tersebut pernah diklaim oleh Komisi Keamanan Konsumen karena berbahaya. Jika Anda memiliki mainan kayu (tidak dicat) sebelum tahun 1978 maka dianjurkan untuk mainannya diganti. Untuk mengetahui mainan yang mengandung produk bahan beracun , Anda dapat melihat di HealthyToys.org.

Botol Bayi , Dot, Teethers dan Cangkir
Pilih yang tidak mengandung PVC, hindari Botol bayi yang terbuat dari plastik polikarbonat yang mengandung bisphenol-A, bahan kimia yang menyerupai estrogen. Pilih botol yang terbuat dari kaca , plastic polypropylene atau plastic polietilen seperti kaca  . Pilih cangkir yang terbuat dari polypropylene atau polietilen.

Alat Makan & Tempat Penyimpanan Makanan
Pilih alat makan yang mengandung kaca, batu dan keramik. Hindari alat makan lama, dan buatan tangan, keramik import. Pilihlah tempat penyimpanan makanan yang terbuat dari kaca, plastik yang dapat didaur ulang dengan symbol 1, 2, 4 , 5. Plastik yang dibuat dari polyethylene terephthalateshalate (PET) atau high-density polyethylene (HDPE) lebih aman daripada yang terbuat dari PVC. Ketika di dalam microwave, gunakan kaca atau bahan yang bebas timah.

Hindari tempat penyimpanan makanan yang terbuat dari PVC dengan symbol 3 (bisa melepaskan phthalates), polycarbonate (7) bisa melepaskan BPA  , atau polyester (6) bisa melepaskan styrene  . Kalau plastik penyimpanan makanan tersebut tidak terdapat symbol daur ulang , periksa pabrik pembuatnya. Gunakan pembungkus plastik yang terbuat dari polyethylene , plastk pembungkus rumah tangga biasanya bebas PVC.

Penutup

Akhir kata semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi kita semua terlebih bagi ibu yang sedang hamil atau orang tua yang memiliki bayi dan anak-anak infant, toddler dan usia pra sekolah agar lebih bijaksana dalam memilih, menggunakan serta memberikan bahan-bahan yang bebas dari kandungan phthalate, dan ini boleh menjadi bahan pertimbangan dalam mempersiapkan anak-anak sebagai generasi yang sehat secara fisik, mental, sosial dimasa depan.


09 JUN
Utamakan Pola Hidup Sehat Web Admin RSA

Pola hidup sehat adalah gaya hidup yang memerhatikan segala aspek kondisi kesehatan. Mulai dari aspek makanan dan minuman yang dikonsumsi, juga perilaku kita sehari-hari. Baik itu menghindarkan dari segala hal yang bisa menjadi penyebab timbulnya penyakit bagi tubuh kita. Kesehatan adalah dambaan kita semua. Untuk hidup sehat tentunya kita akan menjalankan aktivitas rutin dengan memerhatikan pola hidup sehat. Kekayaan lahir dan batin tidak akan ada artinya bila kita masih terjebak dalam kondisi atau situasi sakit, baik itu karena virus penyakit atau pun karena tingkah polah kita yang tidak memerhatikan kondisi badan. Pola hidup sehat selalu berhubungan dengan faktor makanan yang menyehatkan serta menjauhkan dari pola makanan tidak sehat yang ke depannya akan menyebabkan hari-hari kita menjadi sakit karena timbulnya penyakit.
      Manusia adalah satu-satunya makhluk yang paling mengutamakan kesehatan, namun dalam mencapai keinginannya untuk mendapatkan kesehatan itu, justru gaya hidup di abad ini sangatlah mengerikan, yaitu semakin bergantung dengan penyediaan makanan yang serba cepat atau siap saji. Pilihan makanan ini disebabkan makin mudahnya akses konektivitas dan menyebabkan kurangnya aktivitas fisik. Gaya hidup seperti ini sepertinya tidak dapat dihindari. Jeleknya lagi, perubahan gaya hidup manusia modern pada dewasa ini diperparah dengan berkurangnya kualitas lingkungan hidup di tempat tinggalnya. Hal yang paling mendasar untuk menjalankan pola hidup sehat adalah dengan mengubah pola pikir supaya hidup mau serius mencanangkan hidup sehat.
      Setidaknya mesti memiliki komitmen untuk menjalankan pola hidup sehat dan praktiknya, seperti pada sisi agama yakni dengan mencari orang atau sosok yang benar-benar mampu sebagai teladan dan mampu memotivasi, mau menyadarkan pentingnya hidup sehat.
Seperti halnya kepandaian atau kecerdasan, kesehatan pun membutuhkan kemampuan supaya bisa serius, agar memiliki tubuh yang sehat, bugar serta prima. Kemampuan ini artinya akan menyesuaikan dengan jenis kelamin pria atau wanita, pekerja kantor atau ibu rumah tangga, usia dan sebagainya. Guna menambah pengetahuan misalnya, dengan rajin mengunjungi acara-acara seminar kesehatan atau berlatih dan mendatangi berbagai klub kebugaran. Gaya hidup sehat dibentuk oleh lingkungan.
Apabila Anda ingin menukar gaya hidup harus dimulai dari lingkungan. Dengan mengubahnya berarti Anda akan memiliki banyak teman untuk berkomitmen menerapkan hidup sehat. Ada baiknya juga untuk mulai serius dan tegas, misalnya membatasi makanan yang digoreng, mengurangi minum yang mengandung gula, kopi, beralkohol, yang dapat memberikan efek yang negatif.
      Tekadkan dalam diri Anda untuk mengonsumsi makanan sehat, sebaiknya konsumsi sayuran dan buah sebagai menu wajib yang sangat membantu mencegah penyakit. Bila diperlukan sebaiknya menyertakan suplemen sebagai tambahan untuk membantu memenuhi nutrisi yang kurang di dalam tubuh. Hal ini lebih bijaksana bila Anda konsultasikan kepada ahli gizi atau dokter keluarga Anda.
     Lalu ada beberapa hal mendasar untuk menopang pola hidup sehat yang dapat Anda upayakan, yaitu pola makan yang seimbang, istirahat, olahraga, bebas dari zat adiktif, dan spiritualitas yang sehat. Memang masih banyak faktor yang tidak dapat Anda upayakan sendiri dengan maksimal, yaitu hal-hal yang berkaitan dengan lingkungan. Misalnya, polusi, Tekadkan dalam diri Anda untuk mengonsumsi makanan sehat, sebagai menu yang wajib. Serangan radikal bebas, limbah industri, dan trace mineral dari sumber makanan. Namun dengan pola hidup sehat yang dapat Anda upayakan sendiri, hasilnya akan meminimalkan dampak buruk dari kungkungan lingkungan yang tidak sehat terhadap diri Anda. Setidaknya, Anda akan memiliki cukup daya tahan terhadap serangan mereka.

 

 

Penulis: Roy Maju Hutasoit, M.Fil.,Roy Maju Hutasoit, M.Fil.,

09 JUN
Efektifitas Metode Buteyko Pada Anak Usia Sekolah dengan Asma Web Admin RSA

Bagi Anda yang menderita asma, mungkin Anda sering mendengar metode Buteyko atau Buteyko Breathing Technique, yakni teknik pengaturan pernafasan untuk mengatasi sindrom hiperventilasi kronik yang disebabkan oleh kebiasaan over-breathing (bernafas berlebihan). Menurut Profesor Konstantin Buteyko, asal Rusia, hiperventilasi ini dapat menyebabkan berbagai ganguan.

            Kita membutuhkan CO2 dalam konsentrasi tertentu yakni sekitar 6,5%. Sayangnya kandungan CO2 dalam udara bebas sangat sedikit hanya 0,3%. Kondisi hiperventilasi justru akan mengurangi kadar CO2 dalam tubuh kita. Ini berarti, semakin sedikit kandungan CO2 dalam tubuh sama dengan makin berkurangnya jumlah O2 yang tertukar. Selain itu saluran pernafasan akan menguncup lantaran mempertahankan CO2 dalam darah. Kondisi inilah yang memicu penyakit asma, juga bisa mempengaruhi sistem saraf, jantung, keseimbangan asam-basa dan saluran pencernaan.

            Atas semua dasar itu, Buteyko menerapkan prinsip shallow breathing (bernafas dangkal) untuk mencegah serangan sindrom hiperventilasi. Control Pause (CP) untuk  mendeteksi status kondisi asma. Cara untuk bernafas dangkal adalah sebagai berikut :

  • Langkah 1 : bernafas hanya melalui hidung, baik saat menarik nafas dan menghembus nafas. Pastikan mulut tertutup sewaktu bernafas.

  • Langkah 2 : bernafaslah hanya dengan diafragma, tidak dengan pernafasan dada. Atur posisi dan duduklah di depan cermin. Letakan tangan diperut. Perhatikan bahwa tidak terjadi penggunaan otot-otot dada untuk bernafas.

  • Langkah 3 : letakan jari di bawah hidung. Nafas haruslah sangat dangkal dimana hampir tidak terasa pergerakan udara (saat tarikan dan hembusan nafas)

  • Langkah 4 : Pengukuran control pause dan pemeriksaan denyut nadi setelah menyelesaikan tahapan 5 menit seperti yang tersebut diatas.

  • Istirahat

Sebelum memulai tahapan 5 menit berikutnya, sebaiknya istirahat. Untuk memperoleh manfaat yang besar dari latihan Buteyko ini, maka dibutuhkan waktu minimal 20 menit per hari.

  • Cara tes bernafas control pause (CP)

Control Pause untuk mendeteksi status kondisi asma. Caranya siapkan stop watch dan sebuah kursi nyaman untuk duduk dengan tegak. Kemudian mulailah bernafas dengan teratur hanya melalui hidung, dan reguler selama 30 detik atau lebih. Setelah itu, ambil nafas biasa melalui hidung, dan hembuskan biasa. Lalu, tutup perlahan hidung anda dengan ibu jari dan telunjuk, lalu mulailah jalankan stop watch. Tahan terus, sampai anda merasakan kebutuhan untuk bernafas. Lalu, buka hidung anda dan bernafas kembali melalui hidung. Periksa waktu anda, bila kurang dari 10 detik maka anda memerlukan perhatian khusus. Bila 30-40 detik cukup memuaskan, dan bila lebih dari 60 detik berarti baik.

  • Langkah-langkah ini sebaiknya dilakukan  sebelum makan atau menunggu setidaknya dua jam setelah makan karena pencernaan dapat mempengaruhi pernafasan.

 

            Bagaimana metode Buteyko ini dapat dilakukan pada anak usia sekolah yang menderita asma . Tujuan pengobatan asma pada anak-anak adalah agar anak tetap dapat hidup baik dan normal. Meminimalisasi gejala dan kunjungan ke dokter, serta menemukam metode pengobatan yang tepat . Menurut WHO 2011, ada sekitar 235 juta orang menderita asma dan merupakan penyakit kronis yang paling umum diantara anak-anak. Menurut statistik American Academy of Allergy Asthma & Immunology (AAAAI) tahun 2012, asma menyumbang sekitar 500.000 rawat inap setiap tahun dan itu adalah penyebab ketiga peringkat rawat inap di antara anak-anak di bawah usia 15 tahun. WHO pada tahun 2011, kematian akibat asma di Indonesia mencapai 14.624 jiwa. Angka ini berarti asma menyebabkan sekitar 1% total kematian di Indonesia. Sektar 1,1% populasi Indonesia menderita asma.

          Asma adalah suatu kondisi yang menyebabkan penyempitan dan peradangan pada saluran udara paru-paru, sehingga menimbulkan beberapa gejala seperti sesak nafas, batuk, suara mengi saat bernafas dan pembengkakan dan nyeri di paru-paru. Beberapa faktor pemicu asma adalah : (1) Alergen : seperti tungau debu rumah, bulu binatang, kecoa, jamur dan serbuk sari, (2) Infeksi saluran nafas atas. (3) Irritants lingkungan seperti asap, polusi udara, udara dingin atau kering, wewangian kuat atau senyawa organik yang mudah menguap di semprotan, dan produk pembersih. (4) Berolaraga. (5) Stress. Asma adalah kondisi yang tidak dibatasi oleh usia tertentu. Ia bahkan dapat menyerang anak pada  usia dini sekalipun dan sangat mempengaruhi kualita hidup. Intensitas kambuhnya asma , ternyata dapat dikontrol. Salah satunya dengan melalukan latihan pernafasan.

             Asma yang terjadi pada anak usia sekolah tidak hanya mempengaruhi status fisiologinya tetapi juga dapat mengganggu seluruh kapasitas fungsionalnya sehingga apabila hal ini tidak ditangani dengan baik maka akan menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak tersebut.  Mengingat fakta bahwa anak-anak ini berada dalam fase Industri vs Inferioritas menurut teori tahap perkembangan Psikososial  Erik Erikson penyakit kronis pada eksaserbasi akut dapat menghambat  perkembangan anak karena membatasi kesempatannya untuk melakukan perannya tidak hanya di sekolah dan di rumah tetapi juga di masyarakat. Dengan demikian kegagalan untuk berprestasi  dapat mengganggu perkembangannya.

            Pada usia ini, anak-anak mungkin tidak dapat memahami kompleksitas diagnosis dan pengobatan. Akibatnya kesalapahaman mereka tentang penyakit dapat menyebabkan ketidakmampuan untuk menangani gejala dan untuk mengatasi pada tingkat fisik dan psikologis. Sehubungan dengan ini perlu untuk memberikan manajemen yang cepat dan tepat untuk mengontrol gejala asma  sehingga dapat meningkatkan kwalitas hidup anak usia sekolah. Hal ini dapat dicapai melalui manajemen farmakologis dan terapi pelengkap lainnya yaitu complementary alternative medicine (CAM) sebagai pengobatan alternativ tambahan yaitu metode Buteyko.

            Buteyko merupakan salah satu pengobatan alternativ yang terbukti dapat mengontrol kejadian asma dan meningkatkan kualitas hidup pada anak dengan asma  hal ini didukung oleh sebuah jurnal yang berjudul “ Effectiveness of Buteyko Method in Asthma Control and Quality of Life of School-age Children”. Yang ditulis oleh Romella et.al. Tahun 2015 hasilnya penggunan metode Buteyko dalam waktu 3-4 minggu sebagai tambahan untuk manajemen konvensional asma dapat membantu di dalam meningkatkan pengontrolan asma dan meningkatkan kualitas hidup anak usia sekolah.

            Penggunaan metode Buteyko sebagai tambahan untuk manajemen konvensional asma menunjukan peningkatan yang signifikan dalam kontrol asma dimana  kebutuhan dalam obat-obatan asma mulai bisa dikurangi dan dalam meningkatkan kualitas hidup yang lebih baik di antara anak-anak usia sekolah dengan asma bronkial. Dimana kualitas hidup secara normal  di nilai oleh individu sendiri, karena kualitas hidup ditentukan oleh pengalaman-pengalaman subjektif, kondisi-kondisi dan persepsi-persepsi kita. Anak yang mempunyai kualitas hidup yang baik akan mempunyai kepuasan terhadap seluruh aspek hidupnya mulai dari segi fisik, sosial, psikologis mental, dan spiritual. 

 

 

 

 

Grace Evelyn Malinti Skep.Ners

STIKES  JENDRAL  ACHMAD YANI

PRODI KEPERAWATAN S-2  2015.

17 AUG
Upacara Perayaan Kemerdekaan RI yang ke 70 Web Admin RSA

Bpk Thomas Trisno Memimpin Uparaca Perayaan Kemerdekaan RI yang ke 70.. Semua Karyawan Rumah Sakit Advent Bandung begitu antusias untuk ikut serta dalam Upacara Perayan Kemerdekaan ini.


01 SEP
Pencegahan Luka Borok Tekan Web Admin RSA

Apakah itu Luka Borok Tekan?

Luka yang terjadi pada kulit dengan/tanpa bagian dibawahnya yang biasa terjadi di atas tulang yang menonjol akibat dari penekanan, gesekan, atau  pergeseran pada kulit.


Di mana saja Luka Borok Tekan bisa terjadi?



Mengapa Luka Borok Tekan bisa terjadi?


Siapa saja yang berisiko?


  • Usia Tua

  • Gizi buruk

  • Kencing manis

  • Immobilisasi (tirah baring lama)

  • Demensia (pikun)

  • Penurunan kesadaran

  • Kulit yang terlalu kering akibat kurang minum

  • Kulit yang terlalu lembab akibat mengompol


Bagaimana Mencegahnya?

  1. Sadari adanya risiko pada pasien

  2. Perhatikan  kondisi kulit pasien

    1. Jaga kelembaban kulit dengan cara mengoleskan body lotion, cukup minum, mandi dengan sabun yang mengandung moisturizer

    2. Jangan memijat atau menggosok daerah tonjolan tulang

    3. Hindari penggunaan pampers

    4. Cebok dengan tissue basah non alcohol, jangan diusap dengan kasar

3. Pemberian nutrisi yang cukup untuk pasien

       a. Tawarkan minum sesering mungkin

       b. Berikan makanan tinggi protein



05 NOV
Pengapuran Sendi atau Osteoartritis Web Admin RSA

Apa itu osteoartritis (OA)?

           Osteoartritis adalah suatu penyakit kronis yang mengenai sendi dan tulang di sekitar sendi tersebut. Masyarakat awam mengenal osteoarthritis sebagai pengapuran sendi.  

Dulu OA dianggap penyakit degeneratif, atau penyakit orang tua karena sendi menjadi aus atau usang, namun dewasa ini diketahui melalui penelitian-penelitian ternyata selain akibat aus terdapat proses peradangan yang mempengaruhi kerusakan pada sendi tersebut, walaupun peradangan yang terjadi tidak sehebat penyakit radang sendi yang lain seperti artritis reumatoid.

Selain diakibatkan oleh aus, osteoartritis juga dapat disebabkan oleh karena trauma atau akibat dari penyakit sendi yang lain (sekunder). Tulang rawan yang terdapat di antara sendi berfungsi sebagai bantalan pada saat sendi dipakai, namun karena bagian ini rusak maka permukaan tulang pada sendi tersebut saling beradu sehingga timbul rasa nyeri, bengkak dan kaku.

Gejala klinis

            Keluhan yang dirasakan pasien OA adalah nyeri pada sendi, terutama sendi yang menyangga berat tubuh (seperti sendi lutut atau pinggang). Nyeri terutama dirasakan sesudah beraktivitas menggunakan sendi tersebut, dan berkurang jika istirahat.

Kadang-kadang timbul rasa kaku di sendi tersebut pada pagi hari sesudah bangun tidur, berlangsung kurang dari 30 menit. Kaku ini akan membaik setelah digerak-gerakkan beberapa saat. Bila digerakkan bisa terdengar bunyi “krek” krepitus. Setelah beberapa waktu kemudian penyakit ini dapat memberat sehingga terasa nyeri juga pada saat sedang istirahat. Penekanan pada beberapa bagian tertentu di sekitar sendi yang nyeri akan terasa sakit. Gerak sendi juga menjadi terbatas karena nyeri.

Tidak ada pemeriksaan laboratorium yang dapat menegakkan diagnosis OA, namun pemeriksaan radiologi (rontgen) dapat membantu, walaupun hasilnya seringkali tidak sesuai dengan gejala yang dirasakan pasien. Pada rontgen dapat terlihat gambaran celah sendi yang menyempit, tumbuh tulang kecil (osteofit) dan terjadi sklerosis (pengapuran) disekitar sendi yang terkena tersebut.

 

Faktor risiko OA

          Usia tua merupakan salah satu faktor risiko terjadi OA. Hampir semua orang di atas usia 70 tahun mengalami gejala OA ini, dengan tingkat nyeri yang berbeda-beda. Sebelum usia 55 tahun perbandingan OA pada pria dan wanita sebanding, namun pada usia di atas 55 tahun lebih banyak pada wanita.

Faktor risiko lain adalah riwayat keluarga dengan OA, berat badan berlebih, pekerjaan yang membutuhkan jongkok atau berlutut lebih dari 1 jam/ hari. Pekerjaan mengangkat barang, naik tangga atau berjalan jauh juga merupakan risiko.

Olah raga yang mengalami trauma pada sendi seperti sepak bola, basket atau voli juga meningkatkan risiko OA. Beberapa penyakit lain yang bisa menimbulkan OA sekunder antara lain artritis reumatoid, gout, hemofilia.

 

Pengobatan

          Osteoartritis tidak dapat disembuhkan. Penyakit ini biasanya makin lama makin memburuk sejalan dengan usia. Tetapi keluhan OA dapat dikontrol sehingga penderita OA dapat beraktivitas seperti biasa dan melakukan kegiatan sehari-hari tanpa rasa nyeri. Beberapa obat dapat membantu perlambatan kerusakan yang terjadi, mengurangi atau menghilangkan rasa nyeri. Selanjutnya jika tetap nyeri walaupun sudah menjalani semua prosedur pengobatan maka pilihan terakhir adalah operasi. Pemasangan sendi palsu pada sendi yang rusak itu dapat membantu pasien-pasien yang tidak respon terhadap terapi.

 Terapi Non Farmakologis:

 

Edukasi:

              Pertama-tama penderita OA harus mengerti dulu apa yang terjadi pada sendinya, mengapa timbul rasa sakit dan apa yang perlu dilakukan, sehingga pengobatan OA dapat berhasil. Pada saat beraktivitas terasa nyeri dan jika istirahat nyeri hilang, sehingga banyak penderita memilih diam, seminimal mungkin melakukan aktivitas agar tidak nyeri, hal ini kurang tepat karena otot-ototnya akan menjadi lemah kalau jarang digunakan, selanjutnya beban ke sendi akan menjadi lebih berat dan pada saat berjalan/ bangun dari duduk nyeri semakin hebat. Pasien OA harus berusaha agar tetap dapat melakukan aktivitas sehari-hari, latihan dan tidak menjadi beban bagi orang di sekitarnya, karena itu edukasi sangatlah penting dalam penanganan penyakit OA ini.

Selain itu penderita harus hati-hati menggunakan obat-obat “stelan”atau beberapa macam “jamu” yang dijual bebas dengan promosi “ dapat menghilangkan rematik atau asam urat” Campuran yang terdapat dalam obat-obat ini kadang dapat berbahaya bagi pasien yang mengkonsumsikannya. Efek samping yang terjadi adalah mata rabun, tulang keropos, tensi darah meningkat, lambung luka bahkan ada yang sampai muntah darah, ginjal terganggu dan bahkan sampai fatal dan menyebabkan kematian. Hindari penggunaan obat-obat seperti ini.

Kompres:

           Jika sendi sedang bengkak maka pilihannya adalah kompres dingin, dan jika sudah teratasi atau rasa kaku maka pilihannya adalah kompres hangat

Menjaga berat badan ideal:

Penting memperhatikan berat badan (BB). Jika BB berlebih harus diturunkan sampai BB ideal. Berat badan yang berlebih akan menjadi beban bagi sendi-sendi yang menopang tubuh, sehingga semakin nyeri.

 

Diet yang seimbang:

          Selama ini banyak mitos yang beredar di masyarakan mengatakan bahwa makan sayur-sayuran hijau atau kacang-kacangan dapat menyebabkan nyeri sendi, hal ini tidaklah tepat. Sayur-sayuran dan kacang-kacangan tidak menyebabkan nyeri sendi. Tidak ada makanan tertentu yang menyebabkan nyeri pada OA, namun makan yang berlebihan sehingga berat badan meningkat akan menambah nyeri, karena menambah beban pada sendi untuk menopang berat badan.

 

Perubahan gaya hidup:

          Hindari posisi atau keadaan yang menimbulkan trauma pada sendi seperti jongkok, lompat, lari, terlalu sering naik-turun tangga atau berdiri terlalu lama.  Tetap menjalani aktivitas sehari-hari. Jika timbul nyeri istirahatlah sejenak, atasi nyerinya dan kembali beraktivitas. Jika pekerjaan Anda menimbulkan nyeri maka harus melakukan penyesuaian terhadap pekerjaan tersebut, contohnya jika memasak di dapur dan saat berdiri lama timbul nyeri maka usahakan pada saat menyiapkan masakan dapat dikerjakan dalam posisi duduk, sehingga tidak berdiri terlalu lama di dapur. Contoh lain, jika biasanya mencuci baju dalam posisi jongkok, maka gunakan kursi pendek untuk duduk saat mencuci sehingga dapat mengurangi trauma pada lutut.

 

Latihan 

            Menggunakan otot-otot, terutama otot paha bagi mereka yang mengalami OA pada lututnya merupakan terapi yang baik. Cara latihan adalah dalam posisi berbaring terlentang lalu angkat kaki lurus (lutut tidak ditekuk) setinggi 30 derajat lalu pertahankan sampai 8 hitungan (10 detik) kemudian turunkan dan ganti ke kaki sebelahnya. Lakukan secara bergantian selama beberapa kali. Latihan ini dapat menguatkan otot paha jika dilakukan berulang-ulang beberapa kali dalam sehari dengan jumlah yang meningkat secara bertahap dari hari ke hari.

Latihan yang lain adalah menaruh handuk di bawah lutut, lalu dalam posisi berbaring terlentang atau duduk, menekan handuk tersebut dengan cara mengencangkan otot-otot paha kemudian ditahan dalam 8 hitungan (10 detik) kemudian direlaks kan lagi, bergantian paha kiri dan kanan. Latihan ini dilakukan bertahap dan semakin hari semakin meningkat frekuensinya.

 

Olah raga:

         Pilihan olah raga yang dianjurkan pada pasien OA adalah berenang dan bersepeda, kedua olah raga ini tidak menggunakan beban berat tubuh sehingga mengurangi nyeri sendi. Jika tidak memungkinkan untuk kedua olah raga tersebut maka jalan kaki di tempat yang datar dan rata dapat dilakukan dan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing penderita.

Alat bantu:

Menggunakan alat bantu untuk sendi seperti tongkat, walker, dan “deker”atau suatu alat pelindung untuk sendi dapat membantu dalam melakukan aktivitas. Konsultasikan dengan dokter mengenai pilihan alat bantu yang tepat dengan keadaan OA yang diderita.

 

Terapi Farmakologis:

          Parasetamol: merupakan pilihan obat yang cukup aman untuk mengobati OA, kecuali pada mereka yang alergi terhadap obat ini. Obat yang dikenal sebagai tablet penurun panas ini mempunyai efek mengurangi rasa nyeri sehingga dapat digunakan pada OA. Pasien OA perlu mendapat anti nyeri selama waktu tertentu sehingga bisa kembali beraktivitas, melakukan latihan terhadap otot-ototnya supaya otot-ototnya menjadi kuat dan mengurangi beban terhadap sendinya.

 

  •      Obat anti inflamasi non steroid: Penggunaan obat-obat ini harus melalui konsultasi dengan dokter. Efek samping obat-obat golongan ini terutama mengenai lambung, ginjal dan jantung, karena itu sebelum digunakan harus berkonsultasi dengan dokter. Obat golongan ini dapat mengurangi radang yang terjadi di sendi dan sekitarnya, sehingga rasa nyeri akan jauh berkurang.

  •      Obat-obat suplemen: glukosamin, kondrotin, diacerin dan kapsaisin dll, merupakan suplemen untuk OA yang banyak ditemukan dalam masyarakat. Meskipun relatif aman namun sebaiknya konsultasikan juga dengan dokter, bagaimana manfaatnya, sampai kapan boleh digunakan dan efek apa yang harus diperhatikan.

  •         Suntikan hyaluronat: obat ini diberikan dalam bentuk suntikan langsung ke dalam rongga sendi, berfungsi sebagai pelumas dan menambah cairan sendi. Penggunaannya harus hati-hati dan hanya boleh dilakukan oleh dokter yang ahli dalam menyuntikannya, karena jika tidak tepat atau kurang steril maka akan berbahaya bagi pasiennya. Ada beberapa macam obat dengan kekentalan yang berbeda-beda sehingga penyuntikannya ada yang sekali, atau 2 sampai 5 kali suntik dengan jarak 1x seminggu.

  •      Suntikan kortikosteroid: Obat ini dapat digunakan pada keadaan sendi yang meradang dan bengkak. Dokter akan menyuntikan obat ini setelah mengeluarkan terlebih dahulu cairan berlebihan dari sendi yang bengkak, fungsinya sebagai anti radang. Penggunaan obat ini juga harus hati-hati maksimal 3 kali dalam setahun, karena kalau terlalu sering malah berakibat kerusakan pada sendi itu sendiri (steroid artropati).

 

Terapi bedah

Operasi atau tindakan bedah merupakan alternatif terapi bagi penderita OA yang sudah tidak respon dengan terapi farmakologi maupun non farmakologi di atas. Beberapa tindakan yang dapat dilakukan antara lain adalah:

  • Artroskopi: menggunakan alat kecil yang dimasukan ke dalam rongga sendi untuk membersihkan tulang rawan yang rusak

  • Sinovektomi: operasi untuk mengatasi jaringan sendi yang mengalami peradangan

  • Osteotomi: operasi yang dilakukan terhadap salah satu bagian tulang sehingga posisi dan letaknya menjadi lebih baik dan mengurangi rasa nyeri pasien.

  • Penggantian sendi: operasi menggantikan sendi yang rusak dengan sendi baru yang terbuat dari bahan metal.

© 2017 RS Advent Bandung