A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: lang

Filename: controllers/Website.php

Line Number: 152

Backtrace:

File: /home/rsadvent/html/application/controllers/Website.php
Line: 152
Function: _error_handler

File: /home/rsadvent/html/index.php
Line: 324
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: lang

Filename: controllers/Website.php

Line Number: 157

Backtrace:

File: /home/rsadvent/html/application/controllers/Website.php
Line: 157
Function: _error_handler

File: /home/rsadvent/html/index.php
Line: 324
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: lang

Filename: controllers/Website.php

Line Number: 175

Backtrace:

File: /home/rsadvent/html/application/controllers/Website.php
Line: 175
Function: _error_handler

File: /home/rsadvent/html/index.php
Line: 324
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: lang

Filename: controllers/Website.php

Line Number: 434

Backtrace:

File: /home/rsadvent/html/application/controllers/Website.php
Line: 434
Function: _error_handler

File: /home/rsadvent/html/index.php
Line: 324
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: lang

Filename: controllers/Website.php

Line Number: 436

Backtrace:

File: /home/rsadvent/html/application/controllers/Website.php
Line: 436
Function: _error_handler

File: /home/rsadvent/html/index.php
Line: 324
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: lang

Filename: controllers/Website.php

Line Number: 436

Backtrace:

File: /home/rsadvent/html/application/controllers/Website.php
Line: 436
Function: _error_handler

File: /home/rsadvent/html/index.php
Line: 324
Function: require_once

Info & Kesehatan

Customer Service (022) 2034386 | IGD (022) 2038008

RUMAH SAKIT ADVENT

Info & Kesehatan

Berita & Informasi


Berita dan informasi terbaru seputar kesehatan dan Rumah Sakit Advent Bandung
12 MAY
Manfaat Sinar Matahari Pagi Web Admin RSA

Kebiasaan berjemur sinar matahari di pagi hari tampaknya sudah mulai kehilangan pamor. Tidak sedikit orang yang sekarang memilih bangun siang, kalaupun harus bangun pagi-pagi, itu karena harus berangkat pagi-pagi ke kantor dan sekali lagi tidak bisa menikmati berjemur sinar matahari pagi. Ironis nampaknya, jika dahulu para orang tua selalu membiasakan untuk berjemur di bawah sinar matahari demi pertumbuhan buah hati, tetapi sekarang kegiatan itu ditinggalkan.

 

Padahal banyak sekali Manfaat sinar matahari pagi yang bisa diraih dengan berjemur di pagi hari. Sinar matahari pagi dapat membunuh mikroba dan bakteri. Itulah kenapa karpet dan kasur harus dijemur, sekalipun tidak dicuci. Karena meskipun tidak dicuci, tetapi matahari dapat membunuh bakteri yang ada pada karpet atau kasur. Kemudian ternyata sinar matahari dapat meningkatkan suasana hati atau mood menjadi positif. Ini merupakan salah satu cara yang paling mudah dilakukan untuk mengusir perasaan galau. Sinar matahari juga dapat mengatasi insomnia. Berjemur di bawah sinar matahari pagi juga ternyata dapat membantu melancarkan sirkulasi darah sehingga asupan nutrisi tidak terganggu dan kesehatan tetap terjaga.

 

Manfaat sinar matahari pagi yang lain dari berjemur pagi yang paling sering didengar adalah untuk kesehatan tulang. Hal ini karena sinar matahari membantu stimulasi vitamin D yang sangat dibutuhkan untuk tulang dan gigi. Stimulasi vitamin D ini juga sangat dibutuhkan untuk bayi, sehingga jemur pagi identik dengan bayi. Pada bayi, sinar matahari juga akan sangat membantu untuk meningkatkan kerja hati sehingga bisa mengurangi kadar bilirubin yang biasanya dialami oleh bayi baru lahir.

 

Sebagai penduduk negara tropis, bangsa Indonesia seharusnya tidak kekurangan vitamin D. Matahari menjadi sumber utama sinar ultraviolet beta yang membentuk vitamin D sehingga vitamin ini berlimpah di Nusantara.

Namun, meningkatnya kesibukan dan jumlah bangunan di kota-kota besar membuat banyak anak cenderung kehilangan sinar matahari pagi yang berkhasiat. Mereka harus berangkat sebelum matahari terbit untuk menghindari kemacetan dan tak banyak lagi ruang terbuka untuk bermain di lingkungan rumah dan sekolah.

Di kota-kota besar—terutama pada masyarakat kelas menengah—kekhawatiran terhadap keamanan lingkungan membuat anak-anak mereka jarang diperbolehkan bermain di luar rumah. Saat akhir pekan pun anak-anak lebih banyak diajak ke mal, apalagi di sana juga tersedia fasilitas bermain.

Khasiat besar

 

Padahal, khasiat vitamin D begitu luar biasa. Suatu penelitian yang pada Desember lalu dipublikasikan di jurnal Dermato-Endocrinology menyebutkan, vitamin D membantu mengurangi risiko berkembangnya autisme.

Penelitian di beberapa negara bagian Amerika Serikat itu berlangsung tahun 2010 pada anak berusia 6-17 tahun dengan tingkat prevalensi autisme yang bervariasi. Ternyata, di negara-negara bagian yang banyak disinari ultraviolet beta, kasus autismenya hanya setengah dari negara-negara bagian yang musim panasnya terbatas.

Tidaklah mengherankan apabila kekhawatiran akan terjadinya defisiensi vitamin D terus meningkat, terutama negara yang tidak sepanjang tahun disinari matahari. November bahkan menjadi bulan kewaspadaan vitamin D dan berbagai penelitian dilakukan dengan hasil yang mengagetkan.

Prof Mitch Blair dari Royal College of Paediatrics and Child Health, Inggris, Desember lalu menulis di BBC News bahwa separuh dari jumlah anak dan 90 persen dari populasi multietnik dewasa yang tinggal di Inggris kekurangan vitamin D.

Defisiensi vitamin D diketahui terkait erat dengan munculnya berbagai gangguan kesehatan pada anak-anak dan dewasa, seperti diabetes, tuberkulosis, multiple sclerosis, dan rakitis: gangguan pada tulang yang banyak dijumpai pada anak-anak miskin di Inggris.

Di Selandia Baru yang banyak bermandi sinar matahari, ada Universitas Massey yang meneliti status vitamin D anak dengan dana dari Health Research Council negeri itu. Anak-anak berumur 2-4 tahun direkrut sepanjang Agustus dan September 2012 untuk melihat korelasi kecukupan vitamin D dengan gangguan pernapasan, penyakit kulit seperti eksim, dan alergi.

Penelitian di Selandia Baru juga penting untuk mengukur peran sinar matahari pada pembentukan vitamin D karena hampir semua bahan makanan di negara tersebut masih bebas dari fortifikasi vitamin D. Meskipun vitamin D juga terdapat pada sejumlah makanan seperti minyak ikan, telur, dan jamur, kadarnya hanya 10 persen dari rekomendasi untuk kecukupan asupan.

Vitamin D tergolong hormon steroid yang produksi dan metabolismenya baru berlangsung saat kulit terpapar sinar ultraviolet beta. Sepanjang tiga dekade, defisiensi vitamin D diasosiasikan dengan berbagai penyakit seperti kanker, gangguan kardiovaskular, otoimun, dan diabetes. Namun, para peneliti di Universitas Massey juga berhasil membuktikan bahwa kekurangan vitamin D bisa memicu resistensi terhadap insulin sehingga memunculkan diabetes melitus tipe

Upaya intervensi

 

Menurut Prof Mitch Blair, upaya mengatasi defisiensi vitamin D harus dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari penyediaan suplemen vitamin D secara luas dan dengan harga murah hingga fortifikasi vitamin D pada berbagai jenis makanan dan minuman.

Hasil penelitian Prof Marlena Kruger, masih dari Universitas Massey, yang berlangsung di Jakarta, Indonesia, dan Manila, Filipina, sepanjang tahun 2007-2008, menunjukkan bahwa fortifikasi vitamin D memang signifikan mengurangi defisiensi.

Dalam penelitian ini, perempuan responden yang sudah menopause diminta meminum susu yang sudah difortifikasi vitamin D, magnesium, dan seng, sedangkan responden kontrol hanya meminum plasebo berisi serum hormon paratiroid. Kadar vitamin D responden diukur sebelum dan setelah intervensi dilakukan.

Seperti yang dimuat dalam jurnal ilmiah Bone volume 46, Maret 2010, hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan yang minum susu fortifikasi berkurang defisiensi vitamin D-nya. Pada perempuan Indonesia, defisiensi turun dari 70 persen menjadi 22 persen dan pada perempuan Filipina turun dari 20 persen menjadi 0 persen. Susu yang difortifikasi vitamin D, magnesium, dan seng juga sukses meningkatkan kadar osteokalsin pada minggu kedelapan dari 18 persen menjadi 25 persen. Procollagen tipe I N-propeptide (PINP) juga meningkat pada minggu kedelapan dari 15 persen menjadi 21 persen.

Kedua senyawa tersebut berperan dalam pembentukan tulang. Artinya, minum susu secara teratur—terutama yang sudah difortifikasi—membantu memperkuat tulang dan mencegah osteoporosis.

Perlu sosialisasi

Oleh karena itu, sosialisasi peran vitamin D menjadi penting. Meski Indonesia mendapat sinar matahari hampir sepanjang tahun, hasil penelitian di atas menunjukkan bahwa masih banyak penduduk yang mengalami defisiensi vitamin D, terutama perempuan.

Maka, pertama-tama masyarakat perlu memahami peran vitamin D, dampaknya apabila kekurangan, dan kemudian cara-cara untuk mendapatkan kecukupan vitamin D. Para petugas kesehatan termasuk penyuluh kesehatan, perawat, dan dokter, wajib memahami gejala kekurangan vitamin D dan bagaimana penanggulangannya.

Sejak usia dini, anak-anak juga perlu didorong beraktivitas di luar ruang. Oleh karena itu, kehadiran ruang terbuka yang aman dan nyaman menjadi penting agar berkah sinar ultraviolet beta tidak sia-sia.

 

MENCEGAH KEPIKUNAN

Penyakit Alzheimer terdengar menakutkan dan sulit ditangani. Namun mungkin Anda tidak akan pernah menyangka bila dengan cukup mencukupi kebutuhan vitamin D, Anda sudah dapat mengurangi risiko terkena Alzheimer.

Dua studi baru menemukan, vitamin D dapat mengurangi risiko perempuan terkena penyakit Alzheimer,  khususnya pada wanita di usia pertengahan. Mereka yang tak cukup vitamin D memiliki risiko lebih besar terkena gangguan kognitif dan mengalami penurunan mental lebih cepat dibandingkan mereka yang mengonsumsi cukup vitamin D.

Vitamin D adalah vitamin penting yang dapat diperoleh melalui beragam jenis makanan seperti ikan, mentega, keju dan susu. Selain itu, tubuh juga mampu membuat vitamin D sendiri saat terkena sinar matahari.

Studi pertama yang diketuai Dr. Yelena Slinin, peneliti dari Medical Center di Minneapolis Amerika Serikat, menemukan bahwa wanita yang kekurangan vitamin D berisiko lebih besar mengalami ganggunan kemampuan kognitif.

Slinin dan timnya menganalisa tingkat kadar vitamin dari 6.257 wanita yang dilibatkan dalam penelitian Osteopathic Fractures. Para wanita juga mengalami tes kemampuan mental yang dikenal sebagai Mini-Mental State Examination dan/atau Trail Making Test Part B.

Para peneliti menemukan, wanita dengan tingkat kadar vitamin D yang sangat rendah yaitu kurang dari 10 nanogram per mililiter serum darah berisiko lebih besar mengalami gangguan kognitif lebih cepat. Selain itu, rendahnya kadar vitamin D yaitu kurang dari 20 nanogram per mililiter di antara wanita yang mengalami gangguan kognitif, berkaitan dengan risiko lebih besar mengalami penurunan mental (demensia).

Studi kedua yang diketuai Dr. Cedric Annweiler dari Angers University Hospital di Perancis juga menyatakan hal yang senada.  Setelah menganalisa data 489 wanita yang berpartisipasi dalam Epidemiologi Osteoporosis, peneliti menemukan bahwa wanita yang mengonsumsi cukup vitamin D lebih tidak mudah terkena penyakit syaraf.

Hasil penelitian menunjukkan, wanita dengan penyakit Alzheimer mengonsumsi vitamin D rata-rata 50,3 mikrogram per minggu. Sedangkan wanita yang mengidap demensia mengonsumsi rata-rata 53,6 mikrogram per minggu, dan wanita tanpa penyakit syaraf apapun rata-ratanya adalah 59 mikrogram per minggu.

Peneliti berpesan, penting artinya bagi Anda untuk mencukupi kebutuhan vitamin D. Cara yang dapat dilakukan di antaranya adalah meningkatkan asupan makanan sumber vitamin D, minum suplemen, hingga berjemur di bawah sinar matahari pagi.

05 MAY
Kacang Kedelai Web Admin RSA

Sebelum tahun 1990-an, kedelai rebus dikenal sebagai kudapan pagi atau sore hari yang biasa dihidangkan di rumah-rumah. Seiring dengan perubahan waktu, kudapan yang memiliki kadar protein tinggi itu mulai hilang dari meja makan.

Sebagai bahan makanan, banyak orang tidak terlalu paham kualitas kacang kedelai. Dulu kalau ada orang makan kedelai rebus dianggap ndeso atau katro. Kedelai sering dicap sebagai makanan murahan.

Padahal, di antara jenis kacang-kacangan yang lain, kedelai merupakan sumber protein, lemak, vitamin, mineral, dan serat paling baik. Kedelai juga mampu membantu menjaga kesehatan ginjal, jantung, diabetes, rematik, anemia, hipertensi, diare, dan hepatitis.

Menurut dosen pada Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor, Sugiyono, kedelai mengandung protein 40 persen, minyak (20 persen), karbohidrat (35 persen), dan abu atau mineral (4,9 persen). Protein kedelai banyak mengandung asam amino lisin, tetapi sedikit mengandung asam amino metionin dan sistin. Asam-asam amino tersebut adalah asam amino esensial yang diperlukan tubuh.

Meskipun kedelai kekurangan asam amino metionin dan sistin, menurut Sugiyono, mengonsumsi makanan berbahan baku kedelai sangat bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan protein. Kekurangan asam-asam esensial metionin dan sistin cukup dapat dipenuhi melalui nasi yang kita makan sehari-hari.

”Kandungan gizi dalam makanan tidak ada yang sempurna. Itulah kenapa kita diharuskan makan makanan yang beragam dan seimbang, yaitu agar bisa saling melengkapi,” kata Sugiyono. (Lusiana Indriasari)

Sederhana

Meski bentuknya kecil, kedelai bisa diolah menjadi berbagai macam produk makanan. Makanan tradisional seperti yang kita kenal sekarang, yaitu tahu, tempe, kecap, tauco, susu kedelai, kembang tahu, oncom, tempe gembus, dan lain-lain terbuat dari kedelai.

Cara mengolah kedelai cukup sederhana. Tahu dibuat dari kedelai yang direndam kemudian digiling dengan penambahan air. Setelah itu, gilingan kedelai dipanaskan lalu disaring untuk mengambil sarinya, yang biasa disebut sari kedelai atau susu kedelai.

Sari kedelai ini lalu digumpalkan dengan bahan penggumpal tahu, yaitu kalsium sulfat atau asam cuka sehingga proteinnya menggumpal. Gumpalan protein ini lalu dicetak menjadi tahu.

Kedelai juga bisa difermentasikan menjadi tempe, kecap, atau tauco. Untuk membuat tempe, kacang kedelai dikupas kulitnya lalu direbus sampai agak lunak. Kedelai kemudian ditiriskan sambil didinginkan. Setelah diberi ragi, kedelai dibungkus dengan daun atau plastik yang diberi lubang-lubang kecil. Proses ini membutuhkan waktu 2-3 hari agar seluruh kedelai bisa menjadi tempe.

Adapun pembuatan tauco dan kecap hampir sama. Setelah dikupas dan direndam, kedelai diberi ragi kecap atau ragi jamur dan dibiarkan selama 2-3 hari. Setelah kedelai ditumbuhi jamur kemudian dijemur lalu direndam dengan air garam selama satu bulan atau lebih. Agar menjadi kecap atau tauco, kedelai lalu diperas, diambil sarinya, dan ditambah dengan bumbu-bumbu sehingga menjadi kecap dan tauco.

Sugiyono menambahkan, kedelai kini tidak hanya diproses menjadi makanan tradisional, seperti tahu, tempe, oncom, tauco, atau kecap. Melalui proses berbeda-beda, kedelai bisa diolah menjadi salah satu bahan baku makanan bayi, susu kedelai, minyak, lesitin, bahkan daging tiruan. Daging tiruan ini banyak digunakan restoran yang menyediakan menu untuk vegetarian.

Susu kedelai

Selain tempe dan tahu, produk yang tidak kalah populer sekarang ini adalah susu kedelai. Susu kedelai sering dianggap bisa membantu menjaga kesehatan tubuh.

Sekarang susu kedelai mudah ditemukan di berbagai toko swalayan, dikemas dalam plastik, botol, hingga karton. Susu kedelai juga banyak dijual keliling di kompleks perumahan.

Komposisi susu kedelai hampir sama dengan susu sapi. Oleh karena itu, susu kedelai dapat digunakan sebagai pengganti susu sapi, terutama bagi mereka yang alergi terhadap laktosa pada susu sapi. Anak balita hanya membutuhkan dua gelas susu kedelai untuk memenuhi 30 persen kebutuhan protein sehari.

Meski begitu, susu kedelai tidak mengandung vitamin B12 dan kandungan mineralnya, terutama kalsium, lebih sedikit daripada susu sapi. Oleh karena itu, biasanya susu kedelai yang diproduksi pabrik selalu ditambah dengan mineral dan vitamin.

Kemajuan di bidang teknologi juga membuat kedelai menjadi bahan yang digunakan dalam dunia kedokteran. Lesitin dalam minyak kedelai, misalnya, dibuat menjadi infus untuk terapi penyakit jantung koroner.

Salah satu kendala mengapa produk olahan kedelai tidak banyak disukai orang adalah baunya yang langu. Sugiyono mengatakan, bau langu pada kedelai berasal dari reaksi hidrolisis asam lemak tidak jenuh oleh enzim lipoksigenase. Reaksi ini menghasilkan senyawa yang mudah menguap.

”Bau langu dapat dikurangi dengan cara pemanasan yang dapat mengaktifkan enzim. Bau langu juga bisa dikurangi dengan menambahkan sedikit kapur sirih,” kata Sugiyono.

KANDUNGAN GIZI KEDELAI

Meski berbahan dasar sama, produk olahan dari kedelai memiliki kandungan gizi berbeda-beda. Dosen pada Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Sugiyono, mengatakan, untuk menentukan nilai gizi suatu makanan sebaiknya diukur dengan kadar kandungan tertentu, misalnya kadar protein, kadar lemak, kadar vitamin tertentu, kadar serat, dan lain-lain.

Nilai gizi suatu makanan sebaiknya juga dikaitkan dengan tujuan mengonsumsi makanan itu. Bagi orang yang sedang diet, makanan yang rendah kadar lemak dianggap lebih baik dibandingkan dengan makanan yang tinggi kadar lemaknya. Sebaliknya, bagi yang kekurangan energi lebih baik mengonsumsi makanan yang tinggi kadar lemaknya.

Produk-produk yang dibuat dari kedelai, menurut Sugiyono, umumnya memiliki kadar protein relatif tinggi. Tahu pada dasarnya terdiri dari protein dan air sehingga tinggi kadar proteinnya. Sementara, tempe tidak hanya mengandung protein tinggi, tetapi juga mengandung lemak, vitamin, mineral, dan memiliki daya cerna yang baik.

Kecap dan susu kedelai mengandung protein dan lemak yang tidak terlalu tinggi (kadar protein dan kadar lemak kurang dari 5 persen). Tauco mengandung protein dan lemak dari kedelai. Kembang tahu mengandung protein dan lemak yang relatif tinggi.

Secara keseluruhan, menurut Sugiyono, di antara produk-produk di atas, tempe memiliki kadar protein, kadar lemak, kadar mineral, kadar vitamin, kadar serat, dan daya cerna yang tinggi. Kadar zat antigizi pada tempe juga rendah. Semakin rendah zat anti gizi, maka semakin bagus kandungan gizi pada suatu makanan.

Penyimpanan

Produk kedelai memiliki daya tahan berbeda demikian pula cara penyimpanannya. Tahu sebaiknya disimpan di lemari es dan dapat tahan selama beberapa hari. Pada suhu ruang, tahu hanya dapat tahan setengah hari atau satu hari.

”Jika tahu dapat tahan lebih dari satu hari pada suhu ruang, besar kemungkinan tahu tersebut sudah diberi pengawet,” ungkap Sugiyono. Susu kedelai juga tidak tahan lama. Untuk itu sebaiknya susu kedelai segera disimpan di dalam lemari es setelah dibeli atau dibuat, kecuali produk susu kedelai yang sudah disterilkan dalam kemasan.

Adapun tempe, oncom, dan tempe gembus dapat tahan selama satu atau dua hari pada suhu ruang. Tempe sebaiknya disimpan dalam lemari es sehingga dapat tahan selama beberapa hari.

Kecap dan tauco dapat tahan lama pada suhu ruang. Jika tauco sudah dibuka kemasannya sebaiknya disimpan dalam lemari es. Kembang tahu, makanan bayi, makanan ringan, dan daging tiruan juga dapat disimpan pada suhu ruang karena kering dan awet. Demikian juga dengan minyak kedelai.

05 MAY
Buah Naga Kuatkan Fungsi Ginjal Web Admin RSA

Sajen buat dewa ini sangat bermanfaat bagi kesehatan manusia. Buah yang kaya serat, vitamin, dan mineral ini mampu mencegah berbagai macam penyakit degeneratif, mengurangi tekanan emosi, dan menetralkan racun dalam darah.

Buah naga memiliki penampilan sangat unik dan menarik. Ukurannya sebesar mangga gedong gincu, dengan warna merah menyala. Kulitnya seperti sisik ular besar (naga), tetapi bukan karena itu buah ini dikenal sebagai dragon fruit. Rasanya manis segar dan sedikit asam.

Ada yang mengaitkannya dengan mitos mampu menurunkan kadar gula darah dan kolesterol. Akhir-akhir ini tanaman buah tersebut juga mulai dimanfaatkan sebagai tanaman hias berbuah yang ditanam di dalam pot.

Kaya Serat

Kandungan serat pada buah naga sangat baik, mencapai 0,7-0,9 gram per 100 gram. Serat sangat dibutuhkan tubuh untuk menurunkan kadar kolesterol. Di dalam saluran pencernaan serat akan mengikat asam empedu (produk akhir kolesterol) dan kemudian dikeluarkan bersama tinja. Dengan demikian, semakin tinggi konsumsi serat, semakin banyak asam empedu dan lemak yang dikeluarkan oleh tubuh.

Selain untuk mencegah kolesterol, kandungan serat pada buah naga juga sangat berguna dalam sistem pencernaan. Serat pangan (dietary fiber) mampu memperpendek transit time, yaitu waktu yang dibutuhkan makanan sejak dari rongga mulut hingga sisa makanan dikeluarkan dalam bentuk feses. Sementara itu, serat pangan akan mengikat zat-zat karsinogenik. Berkat transit time yang pendek, waktu zat karsinogenik bermukim dalam tubuh juga semakin pendek, sehingga kesempatan membahayakan tubuh semakin kecil (Goldberg, 1994).

Serat pangan sangat baik untuk mencegah penyakit diabetes melitus, jantung, stroke, kanker, dan penyakit kardiovaskular lainnya. Sayangnya, konsumsi serat di Indonesia saat ini masih sangat rendah, yaitu sekitar 10 gram per orang per hari. Padahal, konsumsi serat pangan yang dianjurkan adalah 20-30 gram per orang per hari.

Buah naga terkenal sebagai salah satu sumber betakaroten. Betakaroten merupakan provitamin A yang di dalam tubuh akan diubah menjadi vitamin A yang sangat berguna dalam proses penglihatan, reproduksi, dan proses metabolisme lainnya.  

Diperkirakan setiap 6 mikrogram betakaroten mempunyai aktivitas biologis setara dengan 1 mikrogram retinol. Kelompok FAO-WHO telah menghitung bahwa hanya separuh dari betakaroten yang terserap yang akan diubah menjadi vitamin A. Kira-kira hanya 1/6 dari kandungan karoten dalam bahan makanan yang akhirnya akan dimanfaatkan oleh tubuh.

Betakaroten juga merupakan jenis antioksidan yang dapat berperan penting dalam mengurangi konsentrasi radikal peroksil. Kemampuan betakaroten bekerja sebagai antioksidan berasal dari kesanggupannya untuk menstabilkan radikal berinti karbon. Karena betakaroten efektif pada konsentrasi rendah oksigen, dapat melengkapi sifat antioksidan vitamin E yang efektif pada konsentrasi tinggi oksigen.

Betakaroten juga dikenal sebagai unsur pencegah kanker, khususnya kanker kulit dan paru. Betakaroten dapat menjangkau lebih banyak bagian-bagian tubuh dalam waktu relatif lebih lama dibandingkan dengan vitamin A, sehingga memberikan perlindungan lebih optimal terhadap munculnya kanker.

Turunkan Kolesterol

Menurut Al Leong dari Johncola Pitaya Food R&D, buah naga sangat baik untuk sistem peredaran darah. Juga sangat efektif untuk mengurangi tekanan emosi dan menetralkan racun dalam darah.

Badan Litbang Pertanian RI menyebutkan bahwa buah naga dapat menurunkan kadar kolesterol, penyeimbang gula darah, menguatkan fungsi ginjal dan tulang, serta meningkatkan kerja otak. Khasiat buah naga masih belum diketahui oleh masyarakat luas. Selain penelitian yang masih sangat terbatas, buah ini masih sangat langka. Bahkan, masih banyak di antara kita yang sama sekali tidak mengenal buah ini.

Buah naga merupakan sumber vitamin dan mineral yang cukup baik. Kadar vitamin B1 pada buah naga mencapai 0,3 mg per 100 gram daging buah. Konsumsi vitamin B1 per orang per hari yang dianjurkan oleh Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi (2004) adalah 0,5-0,9 mg untuk anak-anak di bawah 10 tahun, serta 0,9-1,0 mg untuk orang dewasa. Wanita hamil dan ibu yang sedang menyusui perlu tambahan sebesar 0,3 mg per hari di atas kebutuhan normalnya.

Pada prinsipnya tiamin (vitamin B1) berperan sebagai koenzim dalam reaksi-reaksi yang menghasilkan energi dari karbohidrat dan memindahkan energi membentuk senyawa kaya energi yang disebut ATP. Kekurangan tiamin akan menyebabkan polyneuritis (beri-beri kering), yang disebabkan oleh terganggunya transmisi saraf atau jaringan saraf menderita kekurangan energi. Gejala kekurangan tiamin mula-mula adalah lelah, hilang selera makan, berat badan menurun, dan gangguan pencernaan.

Buah naga juga mengandung kalium, zat besi, protein, kalsium dalam jumlah yang cukup baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Zat-zat tersebut juga baik untuk mentralkan racun dalam darah, meningkatkan daya penglihatan, dan mencegah hipertensi.

Kandungan air pada buah naga juga cukup tinggi, yaitu mencapai 83 gram per 100 g daging buah. Karena itu, buah naga dapat juga dijadikan pencuci mulut yang lezat.

Komposisi gizi per 100 gram daging buah naga (Komponen dan  Kadarnya)

Air (g)    82,5-83,0

Protein (g)    0,16-0,23

Lemak (g)    0,21-0,61

Serat/dietary fiber (g)     0,7-0,9

Betakaroten (mg)    0,005-0,012

Kalsium (mg)    6,3-8,8 

Fosfor (mg)    30,2-36,1 

Besi (mg)    0,55-0,65 

Vitamin B1 (mg)    0,28-0,30 

Vitamin B2 (mg)    0,043-0,045 

Vitamin C (mg)    8-9

Niasin (mg)    1,297-1,300 

 

PENGHADANG SARIAWAN

Buah naga (Dragon Fruit) kini makin akrab telinga kita. Padahal hingga tahun 2001, buah ini hanya bisa dijumpai di Israel, Australia, Thailand, dan Vietnam. Sekarang, buah ini mudah dijumpai di pasar swalayan di Indonesia.

Tanaman ini asli Meksiko, Amerika Selatan bagian utara, dan menyebar ke negara-negara di sekitarnya, termasuk Guyama. Pada awalnya, buah naga dibawa ke kawasan Indocina oleh seseorang berkebangsaan Perancis pada sekitar tahun 1870, dari Guyama, sebagai hiasan. Alasannya sederhana, sosoknya unik dan bunganya cantik berwarna putih. Waktu mekar pada malam tanggal 1 dan 15 kalender Komariah, ia mengeluarkan bau harum.
Empat Jenis
Jenis buah naga ada empat macam. Pertama, buah naga daging putih (Hylocereus undatus). Kulit merah buah ini amat kontras dengan daging putih di dalamnya. Di dalam daging itu bertebaran biji hitam. Jenis ini mudah dijumpai di pasar lokal maupun mancanegara. Bobot rata-rata per buah 400-500 gram, ada juga yang hingga 650 gram.

Buah jenis ini bercita rasa manis bercampur masam segar, mempunyai sisik atau jumbai kehijauan di sisi luar, serta kadar kemanisannya tergolong rendah dibandingkan dengan buah naga jenis lain. Kadar kemanisan 10-13 brik. Tanaman ini sangat cocok ditanam di lahan kering, dan dalam sekali tanam usianya bisa bertahan sampai 20 tahun.

Kedua, buah naga daging merah (Hylocereus polyrhizus). Sosok tanaman jenis ini lebih kekar. Di bagian batang dan cabang, jarak antarduri tampak lebih rapat. Bobot buahnya rata-rata 400-500 gram. Dagingnya berwarna merah keunguan. Kadar kemanisan 13-15 brik.

Ketiga, buah naga daging super merah (Hylocereus costaricensis). Batangnya lebih besar dan berwarna loreng ketika tua. Kulit buah merah dan berjumbai. Ukuran buahnya rata-rata 400-500 gram. Tingkat kemanisan 13-15 brik.

Keempat, buah naga kulit kuning daging putih (Selenicerius megalanthus). Penampilannya khas dengan kulit kuning dan tanpa sisik atau jumbai. Tekstur kulit cenderung halus, seperti apel, sehingga dijuluki kaktus apel. Kadar kemanisan 15-18 brik. Ukuran buah 80-100 gram.

Aneka Khasiat
Tanaman yang buahnya berbentuk bulat lonjong mirip buah nanas ini, kaya akan vitamin dan mineral dengan kandungan serat cukup banyak sehingga cocok untuk diet. Dijelaskan Sinse David dari Klinik Cikini, Jakarta, buah naga selain mempunyai nilai ekonomis tinggi, juga berkhasiat. Masyarakat Eropa mempercayai buah naga ini mampu menurunkan kolesterol, menyeimbangkan kadar gula darah, mencegah kanker usus, menguatkan fungsi ginjal, tulang, dan daya kerja otak, meningkatkan ketajaman mata, mengobati keputihan, dan sebagai pelindung kesehatan mulut, termasuk sariawan.

05 MAY
Pare Obat Alami Diabetes Web Admin RSA

Pare, sayur pahit yang satu ini memang menyimpan kejutan, tahukah Anda bahwa sayur yang satu ini bisa menurunkan gula darah Anda?

Tak banyak yang mengetahui bahwa pare bisa untuk para diabetesi, sebuah studi dari Jurnal Ethnopharmacology menyatakan bahwa baik pare segar maupun yang dikeringkan dalam jumlah 1.5 ons - 3 ons bisa membuat kadar gula darah turun sebanyak 48%, membuat toleransi glukosa membaik tanpa terjadi peningkatan insulin, serta memperbaiki kadar gula darah puasa pada diabetesi. Memang ini sangat baik untuk para diabetesi akan tetapi hati - hati dalam menggunakannya jika kadar gula darah Anda normal.

Komposisi pare sangatlah beragam, rasa pahit pare yang merupakan karakter khasnya disebabkan karena kandungan cucurbitacins. Diantara komposisi ini terdapatlah Charantin yang merupakan suatu bahan primer dalam mengurangi regulasi gula darah. Charantin membuat suatu reaksi penurunan gula darah (hipoglikemik). Pare juga mengandung suatu peptida yang menyerupai sifat insulin, salah satunya adalah polipeptida P dan alkaloid. Kandungan lain dalam pare pun turut serta dalam efek perubahan gula darah. Pada penelitian percobaan yang dilakukan ke manusia, pare menunjukkan perubahan signifikan dalam pengontrolan gula darah setelah mengkonsumsinya dan menghasilkan efek penurunan gula darah.

Salah satu metode untuk menggunakan pare adalah dengan membuat jus pare segar ukuran kecil dan buatlah sebanyak 50ml pare (1,5 ons) sampai 100 ml (sekitar 3 ons) lalu dibagi menjadi 2 atau 3 dosis sehari. Perlu diingat jus pare ini sangatlah pahit.

Meskipun pare sangat baik untuk menurunkan gula darah, akan tetapi harus diperhatikan penggunaannya apalagi jika Anda seorang diabetesi yang menggunakan obat - obatan untuk mengontrol kadar gula darah Anda. Jangan lupa untuk memonitor kadar gula darah Anda jika Anda memutuskan untuk memakai pare sebagai tambahan pengontrol kadar gula darah. Jika Anda sedang dalam pengobatan bersama obat gula sebaiknya konsultasikan dulu ke dokter Anda sebelum Anda menggunakan pare bersama obat Anda karena pare bisa menyebabkan kadar gula darah Anda turun drastis bila memakai terlalu berlebihan. Sedangkan untuk riwayat alergi terhadap pare belum pernah ada penelitiannya.

05 MAY
Haluskan Kulit dan Sehatkan Ginjal Web Admin RSA

Buah melon yang punya nilai ekonomi tinggi, punya arti penting bagi kesehatan. Zat-zat gizi yang dikandungnya, baik untuk kulit, mata, saraf, dan ginjal, serta mampu menangkal kanker.

Kadar vitamin C (asam askorbat) per 100 gram melon sekitar 34 mg. Vitamin C dapat diandalkan sebagai antioksidan yang efektif untuk menangkal radikal bebas. Oksidan (radikal bebas) adalah zat berbahaya yang dapat menyerang sel-sel tubuh.

Fungsi vitamin C juga berkaitan dengan kolagen. Kolagen merupakan senyawa protein yang memengaruhi integritas struktur sel di semua jaringan ikat, seperti kulit. Keberadaan kolagen dapat mempercepat penyembuhan luka dan menjaga kekencangan kulit.

Melon merah dan oranye mengandung senyawa karotenoid yang dapat melindungi sel tubuh dari radikal bebas dan juga bisa diubah menjadi vitamin A. Vitamin A penting untuk mempertahankan jaringan ari pada kulit agar tetap sehat. Jika tersedia cukup vitamin A, kulit jadi lembut dan lembab. Sering makan melon, kulit tidak akan kasar dan kering.

Kadar karetonoid yang tinggi dapat meningkatkan kekebalan tubuh, sehingga menurunkan risiko kanker. Karotenoid bersama vitamin E dan C berperan sebagai antioksidan untuk mencegah kanker paru-paru.

Melon juga merupakan sumber vitamin B. Vitamin B1 berperan dalam metabolisme karbohidrat untuk menghasilkan energi secara optimal. Melon juga kaya vitamin B2 (riboflavin) dan niasin yang berperan menjaga kesehatan kulit, mata, dan saraf. Sedangkan niasin mencegah gangguan pencernaan.

Melon juga kaya mineral. Kalsiumnya membantu mencegah penggumpalan darah, mineralnya menghilangkan keasaman tubuh dan menyembuhkan sembelit. Kadar air melon bisa mencapai 95 persen, sehingga memberi efek menyejukkan. Karena itu, melon dapat meredakan panas dalam dan membersihkan ginjal dari sisa metabolisme.

Air berfungsi sebagai pelarut, bagian dari pelumas, pereaksi kimia, membantu mengatur suhu tubuh, serta memelihara bentuk serta susunan tubuh. Melon mempunyai daya diuretik yang sangat baik, sehingga dapat mencegah penyakit ginjal.

Serat pangan per 100 g melon 0,7 g. Manfaat serat di antaranya adalah mencegah terbentuknya senyawa karsinogenik (pemicu kanker), menurunkan kolesterol, mempermudah proses buang air besar, membantu penurunan berat badan, mengontrol gula darah, sehingga bermanfaat mencegah diabetes.

31 MAR
Hubungan Manusia Web Admin RSA

Kita semua dijalin dalam jaringan besar manusia, dan apapun yang dapat kita lakukan untuk memberikan manfaat dan mengangkat orang lain akan tercermin dalam berkat yang kita terima. Hukum saling bergantung berlaku pada semua kelompok masyarakat.

Dalam rencana Tuhan manusia telah dijadikan saling memerlukan satu sama lain. Jika semua orang melakukan sekuat tenaga untuk menolong mereka yang memerlukan pertolongan, kasih dan simpati mereka yang tidak mementingkan diri sendiri, betapa pekerjaan yang menyenangkan telah dilakukan. Allah telah mempercayakan talenta-talenta kepada setiap orang. Talenta-talenta ini harus digunakan untuk menolong orang lain menjalani jalan yang sempit. Dalam pekerjaan ini seseorang dihubungkan dengan seseorang yang lain, dan semua orang dipersatukan dalam Tuhan. Hanya oleh pelayanan yang tidak mementingkan diri sendirilah sehingga kita boleh meningkatkan dan menambah talenta kita.

Menolong orang lain bisa juga menolong diri sendiri. Banyak orang berada dalam ketidakjelasan. Mereka telah kehilangan arah. Mereka tidak tahu arah mana yang harus dijalani. Biarlah mereka yang bingung mencari orang lain yang berada dalam kebingungan dan mengucapkan kepada mereka kata-kata pengharapan dan dorongan. Pada waktu mereka mulai melakukkan pkerjaan ini, terang surga akan menyatakan kepada mereka jalan yang harus mereka ikuti. Oleh kata-kata penghiburan mereka kepada orang yang menderita, mereka juga akan terhibur. Oleh menolong orang lain, mereka sendiri akan tertolong keluar dari kesulitan mereka. Sukacita menggantikan tempat kesedihan dan kemurungan. Hati yang dipenuhi dengan Roh Allah menyinarkan kehangatan kepada sesama manusia. Semua orang yang seperti itu tidak lagi berada dalam kegelapan, karena “ kegelapannya ” bagaikan sinar matahari tengah hari.

23 MAR
Makanan & Pikiran Web Admin RSA

Sehubungan dengan perintah petrus agar kita menambahkan “kepada penguasaan diri ketekunan.” saya merujuk kepada berkat-berkat dari reformasi kesehatan, dan keuntungan-keuntungan yang akan diperoleh oleh penggunaan kombinasi yang benar dari makanan sederhana yang menyehatkan. hubungan erat antara makan dan minum menunjang keadaan pikiran dan watak seseorang adalah sangat jelas. kita tidak mampu memperkembangkan watak yang baik melalui kebiasaan-kebiasaan hidup yang salah.
    Pemanjaan selera adalah penyebab utama kelemahan fisik, mental dan menjadi dasar dari kelemahan yang nyata dimana-mana. melalui selera makan setan mengendalikan pikiran dan seluruh badan. Ribuan orang yang seharusnya boleh hidup telah masuk kedalam kubur, dan mengalami kerusakan fisik, mental dan moral oleh karena mereka mengorbankan seluruh kekuatan mereka kepada pemanjaan selera makan.
    Alat-alat pencernaan mempunyai bagian penting dalam kebahagiaan hidup kita. Allah telah memberikan kepada kita kepintaran supaya kita mengetahui apa yang harus kita gunakan sebagai makanan. Tidakkah kita akan, sebagai laki-laki dan perempuan yang berpikiran sehat, mempelajari apakah makanan yang kita makan sesuai atau apakah menyebabkan kesusahan ? orang yang mempunyai perut yang asam sangat sering mempunyai watak yang asam. Segala sesuatu kelihatannya bertentangan kepada mereka, dan mereka cenderung jadi mudah marah dan gelisah. Jika kita mau ada damai diantara kita, kita harus menaruh lebih banyak perhatian daripada yang kita lakukan untuk menenangkan perut kita.
    Otak adalah organ dan alat atau instrumen pikiran, dan yang mengendalikan seluruh tubuh. supaya bagian-bagian lain dari susunan tubuh sehat, otak harus sehat. Dan supaya otak sehat, darah harus bersih murni. jika oleh kebiasaan yang benar dalam hal makan dan minum darah dijaga tetap bersih murni, maka otak akan diberi makan secara wajar.

 

Sumber Buku: PIKIRAN KARAKTER DAN KEPRIBADIAN

16 MAR
CHIP (Complete Health Improvement Program) Web Admin RSA

Menjadi Rumah Sakit terbaik dalam pelayanan kesehatan di Bandung pada tahun 2020 adalah visi RSAB dan salah satu Misi adalah Melaksanakan dan mempromosikan reformasi kesehatan. Oleh karena  Pelatihan CHIP yang telah dilaksanakan pada tanggal 6 Februari – 3 Maret 2015 yang merupakan salah satu program untuk memenuhi visi dan misi tersebut. Instruktur pelatihan berasal dari kantor SSD di Filipina yaitu Pst. A. Carpena,MPH, Dr. Blecenda Verona, Nutritionist, dan Dr. Linda Verona, internist. Jumlah 34 orang. Peserta pelatihan dari RSA Bandung  9 orang, Jakarta 16 orang, Bandung 7 orang, RSA Medan: 2 orang. Kegiatan pelatihan: pendaftaran dan pendataan tiap peserta (Tekanan darah, berat badan, tinggi badan, lingkaran tangan, lingkaran badan), pemeriksaan (gula darah, lemak darah), Teori dan video di kelas, Demostrasi Menu Sehat, Jalan kaki 10.000 langkah setiap hari menggunakan alat ukur (pedo meter), Senam aerobic, Makan makanan sesuai menu CHIP, menginventaris  bahan makanan  di pasar tradisional dan di supermarket yang sesuai menu CHIP yang ada di Bandung, dll.

© 2017 RS Advent Bandung