254
Ruang Rawat Inap
110
Dokter Spesialis
285
Perawat

Sorotan Artikel

Autoimun : Ketika Kekebalan Tubuh Berbalik Arah

Penyakit autoimun sering kali terdengar rumit dan membingungkan. Banyak orang belum memahami bahwa kondisi ini dapat memengaruhi siapa saja, dengan gejala yang beragam dan sering tidak disadari sejak awal. Padahal, pemahaman yang baik dapat membantu deteksi lebih dini dan pengelolaan yang lebih optimal.   Apa itu Penyakit Autoimun? Autoimun adalah kondisi ketika sistem kekebalan tubuh, yang seharusnya melindungi tubuh dari infeksi, justru menyerang sel dan jaringan tubuh sendiri. Akibatnya, terjadi peradangan dan gangguan fungsi organ. Beberapa contoh penyakit autoimun yang cukup dikenal antara lain lupus (SLE), rheumatoid arthritis, diabetes melitus tipe 1, dan gangguan tiroid seperti Hashimoto dan Graves.   Gejala yang Perlu Diwaspadai Gejala autoimun sangat beragam, tergantung organ yang terkena. Namun, beberapa tanda umum yang sering muncul meliputi: Mudah lelah berkepanjangan Nyeri sendi atau otot Demam ringan berulang Ruam kulit Pembengkakan pada bagian tubuh tertentu   Karena gejalanya sering tidak spesifik, banyak kasus autoimun baru terdiagnosis setelah berjalan cukup lama.   Mengapa Autoimun Bisa Terjadi? Hingga saat ini, penyebab pasti autoimun belum sepenuhnya diketahui. Namun, penelitian menunjukkan adanya kombinasi beberapa faktor: Genetik (riwayat keluarga) Lingkungan (infeksi, paparan zat tertentu) Hormon (lebih sering terjadi pada wanita) Gaya hidup (stres, merokok, pola makan)   Fakta Menarik dan Unik tentang Autoimun Lebih dari 80 jenis penyakit termasuk dalam kelompok autoimun Wanita lebih rentan, sekitar 70–80% kasus terjadi pada perempuan Gejala bisa hilang-timbul (flare dan remisi) Satu orang bisa memiliki lebih dari satu penyakit autoimun Sering disebut sebagai “penyakit tak terlihat” karena penderitanya tampak sehat dari luar Stres berkepanjangan dapat memicu kekambuhan   Apakah Autoimun Bisa Disembuhkan? Sebagian besar penyakit autoimun belum dapat disembuhkan secara total. Namun, dengan penanganan yang tepat, kondisi ini dapat dikontrol sehingga pasien tetap dapat menjalani hidup secara produktif. Penatalaksanaan biasanya meliputi: Obat untuk mengurangi peradangan Terapi imunosupresan Perubahan gaya hidup sehat   Peran Gaya Hidup dalam Mengelola Autoimun Penelitian menunjukkan bahwa gaya hidup memiliki peran penting dalam mengendalikan gejala: Konsumsi makanan seimbang dan antiinflamasi Aktivitas fisik teratur Manajemen stres Istirahat yang cukup Pendekatan ini membantu meningkatkan kualitas hidup dan mengurangi risiko kekambuhan.   Kapan Harus Berkonsultasi? Segera konsultasikan dengan tenaga medis jika mengalami: Gejala yang menetap dan tidak jelas penyebabnya Nyeri sendi berkepanjangan Kelelahan ekstrem tanpa sebab   Deteksi dini sangat penting untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.   Kesimpulan Autoimun adalah kondisi kompleks yang membutuhkan pemahaman dan perhatian jangka panjang. Meskipun belum dapat disembuhkan, penyakit ini dapat dikendalikan dengan pengobatan yang tepat dan gaya hidup sehat. Edukasi yang baik menjadi langkah awal untuk meningkatkan kualitas hidup pasien.   Referensi Ilmiah Davidson A, Diamond B. Autoimmune diseases. N Engl J Med. 2001. Cooper GS, Bynum MLK, Somers EC. J Autoimmun. 2009. Hayter SM, Cook MC. Autoimmun Rev. 2012. Smolen JS et al. Lancet. 2016. Venter C et al. Nutrients. 2020.  

WASPADA DEMAM BERDARAH DENGUE PADA ANAK

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan anak, terutama di musim hujan. Di Kota Bandung, kasus DBD dilaporkan terus meningkat, sehingga kewaspadaan dan deteksi dini sangat diperlukan oleh orang tua dan masyarakat. DBD disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Anak-anak merupakan kelompok yang rentan mengalami kondisi berat bila penanganan terlambat. Oleh karena itu, mengenali gejala sejak awal dan mengetahui langkah yang tepat dapat menyelamatkan nyawa. Gejala DBD pada Anak yang Perlu Diwaspadai DBD sering kali diawali dengan gejala yang tampak seperti demam biasa. Namun, orang tua perlu lebih waspada bila anak mengalami: Demam tinggi mendadak (≥39°C) Sakit kepala, nyeri otot dan sendi Mual, muntah, serta penurunan nafsu makan Ruam atau kemerahan pada kulit Mimisan atau anak mudah mengalami memar Gejala-gejala ini dapat muncul dalam beberapa hari pertama dan berpotensi berkembang menjadi kondisi yang lebih serius. Tanda Bahaya: Segera ke Fasilitas Kesehatan Segera bawa anak ke puskesmas atau rumah sakit terdekat apabila muncul tanda-tanda berikut: Nyeri perut hebat Muntah terus-menerus Anak tampak lemas, gelisah, atau sampai pingsan Perdarahan, seperti mimisan hebat atau buang air besar berwarna hitam Penanganan medis yang cepat sangat menentukan keselamatan anak. Peran Orang Tua dalam Penanganan Awal Orang tua memiliki peran penting dalam mendampingi anak yang dicurigai DBD. Langkah yang dianjurkan antara lain: Jangan menunda pemeriksaan ke fasilitas kesehatan Pastikan anak mendapatkan cairan yang cukup Berikan obat penurun panas sesuai anjuran dokter Jangan memberikan obat lain tanpa resep dokter Jangan menunggu hingga trombosit turun untuk mencari pertolongan medis Pencegahan DBD dengan 3M Plus Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. DBD dapat dicegah dengan menerapkan langkah 3M Plus, yaitu: Menguras tempat penampungan air minimal 1 kali seminggu Menutup rapat wadah air Mengubur atau mendaur ulang barang-barang bekas yang berpotensi menampung air Plus, melakukan upaya tambahan seperti menggunakan kelambu, lotion anti nyamuk, dan menjaga kebersihan lingkungan Ingat! DBD dapat berakibat fatal bila terlambat ditangani. Deteksi dini dan penanganan yang cepat adalah kunci utama untuk menyelamatkan nyawa anak. (dw/em 2026)

Pola HIDUP SEHAT: Gerbang menuju Sehat dan Bahagia

Hidup Sehat telah membuktikan bahwa jika dijalankan dengan benar akan mencegah mengobati penyakit yang kronis atau penyakit tidak menular dan memulihkan kesehatan. HIDUP SEHAT terdiri dari 10 obat alami yaitu: 1. hati yang gembira :program manajemen stres 2. Istirahat yang cukup memberikan solusi istirahat yang nyenyak 3. Diet yang seimbang: prinsip makan dengan pola jenis jumlah dan jadwal 4. Udara yang bersih :latihan pernapasan dalam 5. Pengendalian diri: bagaimana memilih hal yang sehat dengan menjaga otak depan 6. Sinar matahari : membantu mengoptimalkan vitamin D dengan bantuan sinar matahari 7. Enerjik  berolahraga:  program olahraga 8. Hubungan sosial yang baik: bagaimana memiliki komunikasi yang efektif dan baik 9. Air jernih yang cukup memanfaatkan air bening untuk kesehatan 10. Tuhan yang terutama :menumbuhkan harapan, iman,  kepercayaan, kepada pencipta dan cinta kasih terhadap sesama.

Halo dengan Rumah Sakit Advent,
Saya mau bertanya ...