BERITA & ACARA

Standard Post with Image

RS Advent Bandung Berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat dalam Webinar Kesehatan dan K3

  RS Advent Bandung berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat dalam penyelenggaraan webinar kesehatan yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat serta tenaga kesehatan mengenai pentingnya pola hidup sehat dan budaya keselamatan kerja. Kegiatan webinar ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif dalam mendukung pembangunan kesehatan masyarakat. Mengangkat tema tentang sinergi gizi, pangan lokal, dan budaya K3, webinar menghadirkan narasumber dari berbagai bidang kesehatan dan keselamatan kerja yang membahas pentingnya menjaga kesehatan secara menyeluruh, baik di lingkungan kerja maupun kehidupan sehari-hari. Peserta webinar terdiri dari tenaga kesehatan, karyawan, mahasiswa, serta masyarakat umum yang mengikuti kegiatan secara antusias. Materi yang disampaikan mencakup pentingnya pemanfaatan pangan lokal bergizi, penerapan budaya K3 di tempat kerja, serta peran gaya hidup sehat dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas hidup. Melalui kegiatan ini, RS Advent Bandung bersama Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat berharap dapat memperkuat kolaborasi dalam edukasi kesehatan masyarakat serta mendorong terciptanya lingkungan kerja dan masyarakat yang lebih sehat, aman, dan produktif.

Standard Post with Image

TEMU PAGI bersama Cihampelas Walk

Temu Pagi Cihampelas Walk Bersama RS Advent Bandung Edukasi Diabetes dan Kesehatan Ginjal Bersama dr. Graciella Angelisa Rantung RS Advent Bandung kembali melaksanakan kegiatan promotif dan preventif kesehatan melalui program “Temu Pagi” yang diselenggarakan di Cihampelas Walk pada Minggu, 26 April 2026. Kegiatan ini merupakan bentuk pelayanan kesehatan kepada masyarakat melalui edukasi kesehatan dan pemeriksaan kesehatan gratis. Dalam kegiatan ini, masyarakat mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis meliputi pemeriksaan tinggi badan, berat badan, tekanan darah, gula darah, asam urat, dan suhu tubuh. Antusiasme masyarakat terlihat sangat baik sejak pagi hari, khususnya dalam memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan dan konsultasi kesehatan yang diberikan oleh tim RS Advent Bandung. Pada sesi edukasi kesehatan, dr. Graciella A. Rantung membawakan materi mengenai hubungan diabetes dan kesehatan ginjal. Beliau menjelaskan bahwa diabetes yang tidak terkontrol dapat menjadi salah satu penyebab utama kerusakan ginjal. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk menjaga pola hidup sehat melalui pengaturan pola makan, aktivitas fisik yang rutin, istirahat cukup, serta pemeriksaan kesehatan secara berkala. Melalui kegiatan Temu Pagi ini, RS Advent Bandung berharap masyarakat semakin memahami pentingnya deteksi dini dan pencegahan penyakit tidak menular, khususnya diabetes dan gangguan ginjal, sehingga kualitas hidup masyarakat dapat terus meningkat melalui penerapan pola hidup sehat.

Standard Post with Image

World Kidney Day 2026

Dalam rangka memperingati World Kidney Day 2026, RS Advent Bandung menyelenggarakan kegiatan edukatif pada Selasa, 21 April 2026, bertempat di GSG RS Advent Bandung. Mengusung tema global “Caring for People, Protecting the Planet”, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan ginjal sekaligus mendorong kepedulian terhadap dampak lingkungan dalam pelayanan kesehatan. Acara ini menghadirkan narasumber ahli di bidang ginjal, salah satunya dr. Liliek Sukesih, Sp.PD-KGH. Dalam pemaparannya, dr. Liliek menegaskan bahwa hipertensi merupakan salah satu penyebab utama penyakit ginjal kronis. Oleh karena itu, pengendalian tekanan darah melalui pola hidup sehat, kepatuhan minum obat, serta pemantauan rutin menjadi langkah krusial untuk mencegah kerusakan ginjal lebih lanjut. Beliau juga menekankan pentingnya menjaga kadar hemoglobin (Hb) tetap dalam batas normal, khususnya bagi pasien yang menjalani hemodialisis, karena Hb yang optimal berperan dalam meningkatkan energi, kualitas hidup, dan daya tahan tubuh pasien. Selain itu, dr. Nerry Grace Legoh, Sp.PK., Subsp. P.I (K) selaku Kepala Unit PKRS, Pelayanan Masyarakat, dan Lifestyle, menekankan pentingnya edukasi pola H.I.D.U.P. S.E.H.A.T. bagi pasien hemodialisa. Pendekatan ini mencakup aspek holistik seperti hati yang gembira, istirahat cukup, diet seimbang, aktivitas fisik, hingga pengendalian diri dan hubungan sosial yang baik. Edukasi ini menjadi kunci agar pasien tidak hanya bergantung pada terapi medis, tetapi juga mampu berperan aktif dalam menjaga kondisi kesehatannya sehari-hari. Dengan perubahan gaya hidup yang konsisten, pasien dapat memperlambat progresivitas penyakit, mengurangi komplikasi, serta meningkatkan kualitas hidup secara menyeluruh. Tema “Caring for People” dalam World Kidney Day memiliki makna yang sangat erat dengan upaya protecting people (melindungi manusia). Perlindungan ini diwujudkan melalui edukasi, pencegahan, dan pengelolaan penyakit ginjal sejak dini. Penyakit ginjal sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal, sehingga edukasi menjadi langkah utama untuk melindungi masyarakat dari risiko yang lebih berat di kemudian hari. Dengan meningkatkan kesadaran akan faktor risiko seperti hipertensi dan diabetes, serta mendorong penerapan gaya hidup sehat, masyarakat dapat terhindar dari kondisi gagal ginjal yang membutuhkan terapi jangka panjang seperti dialisis. Melalui kegiatan ini, RS Advent Bandung berharap masyarakat semakin memahami bahwa menjaga kesehatan ginjal bukan hanya tentang pengobatan, tetapi juga tentang upaya perlindungan diri melalui gaya hidup sehat. Dengan demikian, pesan “Caring for People, Protecting the Planet” dapat diwujudkan secara nyata—dimulai dari menjaga kesehatan individu hingga berdampak pada kesehatan masyarakat secara luas.

Standard Post with Image

Seminar Puasa Sehat, Hati Tenang

Bandung — Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah puasa, RS Advent Bandung menyelenggarakan seminar kesehatan bertajuk “Puasa Sehat, Hati Tenang.” Kegiatan ini diikuti oleh masyarakat umum dan dilaksanakan dalam suasana edukatif sekaligus interaktif. Acara diawali dengan registrasi peserta dan pemeriksaan kesehatan awal, meliputi pemeriksaan tekanan darah, gula darah sewaktu (RBS), asam urat, dan kolesterol. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memberikan gambaran awal kondisi kesehatan peserta sebelum mengikuti sesi edukasi. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Direktur RS Advent Bandung, Dr. Roy David Sarumpaet, dr., Sp.THT-BKL., MMRS, yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya pendekatan kesehatan yang tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga mental dan gaya hidup. “Puasa dapat menjadi momentum yang baik untuk memperbaiki pola hidup. Dengan pengelolaan yang tepat, puasa tidak hanya bermanfaat secara spiritual, tetapi juga dapat meningkatkan kesehatan tubuh secara keseluruhan,” ungkap beliau. Seminar ini menghadirkan dua narasumber yang memberikan pemaparan dari perspektif medis dan kesehatan holistik. Materi pertama disampaikan oleh dr. Ruddy Satigi, Sp.PD, FINASIM, MM, dokter spesialis penyakit dalam, dengan topik “Gula Darah Aman, Puasa Nyaman.” Dalam pemaparannya, dr. Ruddy menjelaskan bahwa penderita diabetes tetap dapat menjalankan puasa dengan aman apabila melakukan pengaturan pola makan, aktivitas fisik, serta pemantauan gula darah secara teratur. Sesi berikutnya disampaikan oleh dr. Alvin L. Rantung, Sp.KFR, dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi, dengan topik “Relaksasi Fisik untuk Kesehatan Mental.” Beliau menekankan bahwa kesehatan mental memiliki hubungan erat dengan kondisi fisik, termasuk dalam menjaga stabilitas gula darah. Teknik relaksasi sederhana dan aktivitas fisik ringan dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan. Untuk memberikan pengalaman langsung kepada peserta, kegiatan juga dilengkapi dengan sesi relaksasi fisik untuk kesehatan mental, yang bertujuan membantu peserta merasakan manfaat relaksasi bagi tubuh dan pikiran. Selain itu, peserta juga mendapatkan edukasi praktis melalui demo masak sehat ala Lifestyle Medicine yang dipandu oleh Helda J. Mailoa, SST, MM, RD. Dalam sesi ini, peserta diperkenalkan dengan cara menyiapkan makanan sehat yang mendukung kestabilan gula darah selama menjalani puasa. Seminar berlangsung dengan penuh antusiasme. Peserta aktif mengikuti setiap sesi, mulai dari edukasi kesehatan, diskusi, hingga kegiatan interaktif seperti ice breaking dan pembagian doorprize. Melalui kegiatan ini, RS Advent Bandung berharap masyarakat semakin memahami bahwa menjaga kesehatan selama puasa memerlukan pendekatan yang menyeluruh, meliputi pengaturan pola makan, aktivitas fisik, kesehatan mental, serta gaya hidup yang sehat. Seminar ini menjadi bagian dari komitmen RS Advent Bandung dalam menjalankan program promosi kesehatan dan pencegahan penyakit, sekaligus mendorong masyarakat untuk menjalani hidup yang lebih sehat, seimbang, dan berkualitas.

Standard Post with Image

Gizi Seimbang untuk Tumbuh, Pulih, dan Berkualitas

“Gizi Optimal Mewujudkan Generasi Emas 2045” Dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional 2026, Rumah Sakit Advent Bandung menyelenggarakan kegiatan edukatif bertema “Gizi Seimbang untuk Tumbuh, Pulih, dan Berkualitas”. Kegiatan ini secara khusus ditujukan bagi tenaga kesehatan Puskesmas dan kader Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat. Tema besar “Gizi Optimal Mewujudkan Generasi Emas 2045” menegaskan bahwa intervensi gizi hari ini akan menentukan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.   Mengapa Tenaga Kesehatan dan Kader Posyandu Berperan Strategis? Puskesmas dan Posyandu memiliki peran vital dalam: Pemantauan tumbuh kembang balita Deteksi dini stunting dan wasting Edukasi pola makan keluarga Pendampingan ibu hamil dan menyusui Intervensi gizi berbasis masyarakat Tenaga kesehatan dan kader adalah ujung tombak dalam mengidentifikasi masalah gizi sejak dini sebelum berkembang menjadi kondisi kronis yang berdampak jangka panjang.   Tantangan Gizi di Indonesia: Stunting dan Wasting Masalah stunting (pendek karena kekurangan gizi kronis) dan wasting (kurus karena kekurangan gizi akut) masih menjadi perhatian nasional. Dampaknya tidak hanya pada tinggi badan, tetapi juga: Perkembangan kognitif Daya tahan tubuh Produktivitas saat dewasa Risiko penyakit tidak menular di masa depan Karena itu, deteksi dini dan intervensi cepat sangat krusial. Dalam kegiatan ini, materi disampaikan oleh narasumber yang kompeten di bidangnya, termasuk: Deteksi Dini Anak Stunting & Wasting oleh dr. Triasta, Sp.A Pola Gizi Seimbang: Menjaga Kesehatan, Mendukung Penyembuhan oleh Jedia Lucas Atemalem Purba, S.Tr.Gz., RD Pendekatan ini tidak hanya membahas teori, tetapi juga praktik aplikatif yang dapat langsung diterapkan di Puskesmas dan Posyandu. Gizi Seimbang: Fondasi Tumbuh dan Pulih Gizi seimbang bukan hanya tentang “makan cukup”, tetapi tentang: Komposisi zat gizi yang sesuai kebutuhan usia Keanekaragaman pangan Keamanan dan kebersihan makanan Aktivitas fisik yang cukup Pemantauan pertumbuhan rutin Bagi anak-anak, gizi optimal mendukung tumbuh kembang fisik dan kecerdasan. Bagi pasien dalam masa pemulihan, gizi yang tepat mempercepat penyembuhan dan mencegah komplikasi.   Peran Edukasi Berkelanjutan Melalui kegiatan ini, diharapkan tenaga kesehatan dan kader Posyandu dapat: Meningkatkan kemampuan skrining status gizi Memberikan konseling gizi berbasis bukti Mengedukasi keluarga tentang pencegahan stunting Mendorong perubahan perilaku makan di tingkat rumah tangga Menguatkan kolaborasi antara fasilitas kesehatan dan masyarakat Intervensi gizi yang efektif tidak dapat berdiri sendiri. Diperlukan sinergi antara tenaga kesehatan, kader, keluarga, dan komunitas.   Menuju Generasi Emas 2045 Generasi Emas 2045 bukan sekadar slogan, melainkan visi pembangunan jangka panjang. Anak-anak yang hari ini mendapatkan asupan gizi optimal akan tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan produktif. Momentum Hari Gizi Nasional menjadi pengingat bahwa investasi terbaik untuk masa depan bangsa adalah investasi pada gizi anak dan keluarga sejak dini. Melalui edukasi, kolaborasi, dan komitmen bersama, kita dapat mewujudkan masyarakat yang lebih sehat dan berkualitas. Karena gizi yang baik hari ini adalah fondasi Indonesia yang lebih kuat esok hari.  

Standard Post with Image

Small Actions, Big Hope for Cancer Survivors

World Cancer Day 4 Februari – Cancer Awareness Campaign & Bincang Sehat Rumah Sakit Advent Bandung Setiap tanggal 4 Februari, dunia memperingati World Cancer Day sebagai momentum global untuk meningkatkan kesadaran tentang pencegahan, deteksi dini, pengobatan, dan dukungan bagi para penyintas kanker. Kanker masih menjadi salah satu penyebab utama kematian di dunia, termasuk di Indonesia. Namun di balik angka statistik tersebut, ada kisah perjuangan, keteguhan, dan harapan dari para cancer survivor yang terus melangkah dengan semangat. Dalam rangka memperingati momen penting ini, Rumah Sakit Advent Bandung menyelenggarakan kegiatan Cancer Awareness Campaign dan Bincang Sehat World Cancer Day dengan mengusung tema: “Love, Support, and Hope for Cancer Survivors” Small Actions, Big Hope for Cancer Survivors Tema ini mengajak masyarakat untuk memahami bahwa perjuangan melawan kanker bukan hanya soal terapi medis, tetapi juga tentang dukungan emosional, empati, dan kepedulian bersama.   Kanker: Bukan Hanya Masalah Medis Kanker tidak hanya memengaruhi kondisi fisik seseorang, tetapi juga membawa dampak psikologis, sosial, dan emosional. Proses diagnosis, terapi yang panjang, hingga masa pemulihan sering kali menjadi perjalanan yang penuh tantangan bagi pasien dan keluarganya. Karena itu, dukungan lingkungan sekitar memiliki peran besar dalam membantu penyintas kanker menjalani hidup dengan lebih optimis dan bermakna. Harapan, semangat, dan rasa diterima menjadi bagian penting dalam proses pemulihan yang menyeluruh. Cancer Awareness Campaign: Edukasi dan Aksi Nyata Melalui Cancer Awareness Campaign, Rumah Sakit Advent Bandung berkomitmen untuk: Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan kanker Mengedukasi tentang deteksi dini dan pemeriksaan kesehatan rutin Mendorong penerapan gaya hidup sehat sebagai langkah preventif Menumbuhkan empati dan dukungan moral bagi para cancer survivor Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian Rumah Sakit dalam membangun masyarakat yang lebih sadar kesehatan serta lebih peduli terhadap sesama.   Bincang Sehat World Cancer Day: Edukatif dan Inspiratif Salah satu rangkaian utama kegiatan adalah Bincang Sehat World Cancer Day, yaitu sesi edukasi dan diskusi interaktif bersama tenaga medis dan narasumber yang kompeten di bidangnya, yaitu dr. Pandji Irani Fianza, Sp.PD-KHOM, MSc .Dalam sesi ini, peserta mendapatkan informasi terpercaya seputar: Faktor risiko dan pencegahan kanker Pentingnya skrining dan deteksi dini Perkembangan terapi kanker Dukungan psikologis bagi pasien dan keluarga Selain edukasi medis, kegiatan ini juga menghadirkan pendekatan humanis melalui pesan-pesan motivasi dan dukungan bagi para penyintas. Harapannya, masyarakat tidak hanya memahami kanker dari sisi klinis, tetapi juga belajar untuk lebih empati dan suportif. Small Actions, Big Hope Melalui semangat Small Actions, Big Hope, masyarakat diajak untuk melakukan langkah-langkah sederhana namun bermakna, seperti: Mengikuti pemeriksaan kesehatan secara rutin Menerapkan pola makan sehat dan aktif bergerak Berhenti merokok Memberikan dukungan moral kepada penyintas kanker Menyebarkan informasi kesehatan yang benar Tindakan kecil yang dilakukan bersama dapat menciptakan dampak besar. Setiap kata penyemangat, setiap edukasi yang dibagikan, dan setiap langkah pencegahan adalah bentuk nyata harapan bagi mereka yang sedang berjuang. Bersama Kita Hadirkan Harapan Peringatan World Cancer Day bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi momentum untuk bergerak bersama. Melalui kegiatan ini, Rumah Sakit Advent Bandung terus berkomitmen menghadirkan pelayanan kesehatan yang komprehensif, edukatif, dan humanis bagi masyarakat. Karena di balik setiap perjuangan melawan kanker, selalu ada ruang untuk cinta, dukungan, dan harapan. Bersama, kita bisa menghadirkan lebih banyak harapan bagi para cancer survivor.

Halo dengan Rumah Sakit Advent,
Saya mau bertanya ...