ARTIKEL

Standard Post with Image

WASPADA, Superflu!

Akhir-akhir ini masyarakat semakin sering mendengar istilah superflu. Meski bukan istilah medis resmi, superflu digunakan untuk menggambarkan infeksi saluran pernapasan yang lebih berat dibanding flu biasa. Kondisi ini dapat terjadi karena infeksi beberapa virus pernapasan secara bersamaan, seperti influenza, COVID-19, RSV, dan virus lainnya. Superflu tidak hanya menyebabkan keluhan flu ringan, tetapi dapat menimbulkan gejala yang lebih berat, berlangsung lebih lama, serta meningkatkan risiko komplikasi, terutama pada kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, ibu hamil, penderita penyakit kronis, dan individu dengan daya tahan tubuh rendah. Gejala superflu umumnya diawali dengan demam tinggi dan menggigil, disertai batuk berat, sakit tenggorokan hebat, nyeri dada, nyeri otot, dan rasa lemas yang ekstrem. Pada beberapa orang dapat muncul sesak napas, mual, muntah, atau diare. Bila keluhan ini tidak ditangani dengan baik, superflu dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius dan memerlukan perawatan di fasilitas kesehatan. Oleh karena itu, pencegahan menjadi langkah paling penting. Masyarakat diimbau untuk selalu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti mencuci tangan dengan sabun, menggunakan masker saat sakit atau berada di keramaian, serta menerapkan etika batuk dan bersin. Istirahat cukup, asupan gizi seimbang, dan pengelolaan stres juga berperan besar dalam menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah terinfeksi. Apabila seseorang mengalami gejala flu, dianjurkan untuk beristirahat di rumah, memperbanyak minum, dan mengonsumsi obat penurun demam sesuai anjuran. Penggunaan antibiotik tidak dianjurkan tanpa resep dokter, karena superflu umumnya disebabkan oleh virus. Segera kunjungi fasilitas kesehatan apabila muncul tanda bahaya seperti sesak napas, demam tinggi lebih dari tiga hari, penurunan kesadaran, atau kondisi tubuh yang sangat lemas. Penting untuk diingat bahwa flu bukan penyakit ringan bila menyerang kelompok berisiko. Dengan kewaspadaan, pencegahan yang konsisten, dan penanganan yang tepat, superflu dapat dicegah dan dampaknya dapat diminimalkan. Mari bersama-sama melindungi diri, keluarga, dan lingkungan sekitar agar tetap sehat dan produktif.

Standard Post with Image

Virus Nipah: Situasi Terkini, Risiko di Indonesia, Pencegahan & Penanganan

Virus Nipah: Situasi Terkini, Risiko di Indonesia, Pencegahan & Penanganan RS Advent Bandung – Edukasi Kesehatan Virus Nipah (NiV) merupakan infeksi virus zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia dan dari manusia ke manusia melalui kontak erat. Virus ini termasuk salah satu patogen prioritas WHO karena tingkat fatalitasnya yang tinggi dan belum adanya vaksin atau terapi khusus. Penelitian & Situasi Global Terkini Kasus dan Lokasi Terkini Pada akhir Januari 2026, laporan terbaru menunjukkan adanya kasus virus Nipah di India (West Bengal), termasuk di antara tenaga kesehatan yang tertular, dan ratusan kontak erat dilacak sebagai bagian dari upaya pencegahan. Beberapa negara Asia telah memperketat pemeriksaan di pintu masuk, meskipun kasus tetap terbatas. Secara historis, sejak 1998–2025, Nipah dilaporkan sporadis di negara bagian seperti Kerala (India) dan Bangladesh dengan angka kematian yang tinggi di beberapa wabah.   Dari Penelitian Ilmiah Studi dari CDC dan Emerging Infectious Diseases Journal menunjukkan bahwa virus Nipah telah ditemukan di kelelawar buah (genus Pteropus) di berbagai wilayah termasuk Indonesia (Jawa Tengah), mendeteksi virus pada individu kelelawar tanpa gejala manusia dilaporkan. Ini menandakan bahwa reservoir alami virus ada di wilayah yang lebih luas, sehingga pemantauan lebih intensif tetap penting meskipun belum ada kasus manusia dikonfirmasi di Indonesia.   Tingkat Fatalitas (Case Fatality Rate – CFR) Laporan WHO dan para pakar kesehatan mencatat CFR Nipah berkisar antara 40–75%, tergantung lokasi, kemampuan deteksi dini dan respons medis. Situasi Virus Nipah & Risiko di Indonesia Belum Ada Kasus di Indonesia Hingga Januari 2026, belum dilaporkan kasus konfirmasi Nipah pada manusia di Indonesia. Pemerintah terus memantau situasi global dan melakukan skrining terhadap pelaku perjalanan yang kembali dari luar negeri.   Deteksi di Lingkungan Hewan Penelitian menemukan virus Nipah pada kelelawar buah di Indonesia, menunjukkan bahwa virus ini memang ada di reservoir hewan, meskipun belum menular ke manusia.   Ancaman & Tingkat Risiko Karena Indonesia memiliki populasi kelelawar buah yang luas dan kedekatan geografis dengan negara-negara yang pernah mengalami wabah, ada potensi risiko penularan, meskipun belum terdeteksi kasusnya. Risiko internasional tetap dinilai rendah sampai kasus tersebar di luar area lokal, tetapi kewaspadaan tetap dianjurkan.   Bagaimana Virus Nipah Bisa Menular? Nipah menyebar melalui: Kontak dengan hewan terinfeksi (misalnya kelelawar, babi) Makanan/minuman terkontaminasi (buah atau nira yang terkena urin/air liur hewan) Kontak dekat dengan orang yang sakit (cairan tubuh)   Gejala yang Perlu Diwaspadai Gejala bisa muncul antara 4–14 hari setelah terpapar, termasuk: Demam tinggi dan sakit kepala Batuk, sesak napas Nyeri otot Gangguan kesadaran hingga ensefalitis (radang otak) Mual, muntah, kejang dalam kasus berat Pencegahan yang Harus Dilakukan Pencegahan sejak dini adalah kunci untuk menekan risiko Nipah: Untuk Masyarakat Hindari konsumsi buah yang jatuh atau tidak dicuci bersih Masak makanan/minuman sampai matang Cuci tangan dengan sabun secara rutin Hindari kontak dekat dengan hewan liar atau ternak sakit Gunakan masker jika ada gejala infeksi pernapasan Untuk Tempat Masuk Negara Skrining kesehatan di bandara/pelabuhan Pemantauan suhu tubuh dan riwayat perjalanan Pelaporan gejala melalui sistem kesehatan nasional Penanganan Klinis Hingga kini: Belum ada vaksin atau obat khusus untuk Nipah Perawatan adalah supportive care: perawatan intensif pada gejala dan komplikasi Deteksi dini & isolasi pasien sangat penting untuk menekan penyebaran   Anjuran Waspada dari RS Advent Bandung Tetap tenang, tetapi jangan lengah terhadap informasi perkembangan Nipah. Kenali gejala dan lakukan pemeriksaan medis saat gejala muncul. Terapkan kebersihan diri dan PHBS secara konsisten. Perkuat deteksi dini melalui fasilitas kesehatan bila Anda memiliki riwayat perjalanan ke daerah terjangkit. Kesimpulan Virus Nipah merupakan ancaman infeksi berat dengan fatalitas tinggi yang masih menjadi fokus pemantauan global dan nasional. Walau belum ada kasus di Indonesia, situasi terbaru di sekitarnya, temuan pada reservoir hewan, dan kerentanannya terhadap penyebaran menunjukkan arti penting edukasi, pencegahan, dan kesiapsiagaan secara terus-menerus. RS Advent Bandung – Peduli Kesehatan Anda, Edukasi & Pencegahan Sepanjang Waktu.    

Standard Post with Image

SIAPKAN TAS SIAGA BENCANAMU!

  Indonesia merupakan negara yang rawan terhadap berbagai jenis bencana, baik bencana alam maupun non-alam. Gempa bumi, banjir, kebakaran, hingga bencana akibat kegagalan teknologi dapat terjadi kapan saja dan sering kali tanpa peringatan. Oleh karena itu, kesiapsiagaan bencana bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau tenaga profesional, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat. Kesiapsiagaan yang baik dimulai dari kesadaran bahwa setiap individu dan keluarga memiliki peran penting dalam mengurangi risiko dan dampak bencana. Dengan persiapan yang tepat, kepanikan dapat diminimalkan dan keselamatan jiwa dapat lebih terjamin.   Pentingnya Persiapan Sejak Dini Dalam situasi darurat, waktu menjadi faktor yang sangat krusial. Keterlambatan dalam bertindak atau ketidaksiapan menghadapi bencana dapat memperbesar risiko cedera bahkan kehilangan nyawa. Oleh karena itu, masyarakat perlu memahami langkah-langkah dasar keselamatan, mengenali potensi bahaya di lingkungan sekitar, serta menyiapkan perlengkapan darurat sebelum bencana terjadi. Salah satu bentuk kesiapsiagaan yang sederhana namun sangat penting adalah menyediakan tas siaga bencana atau emergency bag.   Tas Siaga Bencana: Langkah Kecil, Dampak Besar Tas siaga bencana merupakan tas yang berisi perlengkapan penting yang dibutuhkan saat terjadi keadaan darurat. Tas ini sebaiknya disiapkan oleh setiap rumah tangga dan diletakkan di tempat yang mudah dijangkau. Kesiapsiagaan adalah Budaya Bersama Membangun kesiapsiagaan bencana bukanlah kegiatan sesaat, melainkan sebuah budaya yang perlu ditanamkan secara berkelanjutan. Edukasi, latihan simulasi, dan persiapan perlengkapan darurat perlu dilakukan secara rutin, baik di rumah, sekolah, tempat kerja, maupun lingkungan masyarakat. Ketika seluruh lapisan masyarakat siap dan tanggap, dampak bencana dapat ditekan, korban dapat diminimalkan, dan proses pemulihan dapat berlangsung lebih cepat. Kesiapsiagaan hari ini adalah perlindungan bagi masa depan. Mari bersama-sama membangun masyarakat yang waspada, tangguh, dan siap menghadapi bencana kapan pun terjadi.   (dw/ct) PKRS,K3RS

Standard Post with Image

WASPADA DEMAM BERDARAH DENGUE PADA ANAK

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan anak, terutama di musim hujan. Di Kota Bandung, kasus DBD dilaporkan terus meningkat, sehingga kewaspadaan dan deteksi dini sangat diperlukan oleh orang tua dan masyarakat. DBD disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Anak-anak merupakan kelompok yang rentan mengalami kondisi berat bila penanganan terlambat. Oleh karena itu, mengenali gejala sejak awal dan mengetahui langkah yang tepat dapat menyelamatkan nyawa. Gejala DBD pada Anak yang Perlu Diwaspadai DBD sering kali diawali dengan gejala yang tampak seperti demam biasa. Namun, orang tua perlu lebih waspada bila anak mengalami: Demam tinggi mendadak (≥39°C) Sakit kepala, nyeri otot dan sendi Mual, muntah, serta penurunan nafsu makan Ruam atau kemerahan pada kulit Mimisan atau anak mudah mengalami memar Gejala-gejala ini dapat muncul dalam beberapa hari pertama dan berpotensi berkembang menjadi kondisi yang lebih serius. Tanda Bahaya: Segera ke Fasilitas Kesehatan Segera bawa anak ke puskesmas atau rumah sakit terdekat apabila muncul tanda-tanda berikut: Nyeri perut hebat Muntah terus-menerus Anak tampak lemas, gelisah, atau sampai pingsan Perdarahan, seperti mimisan hebat atau buang air besar berwarna hitam Penanganan medis yang cepat sangat menentukan keselamatan anak. Peran Orang Tua dalam Penanganan Awal Orang tua memiliki peran penting dalam mendampingi anak yang dicurigai DBD. Langkah yang dianjurkan antara lain: Jangan menunda pemeriksaan ke fasilitas kesehatan Pastikan anak mendapatkan cairan yang cukup Berikan obat penurun panas sesuai anjuran dokter Jangan memberikan obat lain tanpa resep dokter Jangan menunggu hingga trombosit turun untuk mencari pertolongan medis Pencegahan DBD dengan 3M Plus Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. DBD dapat dicegah dengan menerapkan langkah 3M Plus, yaitu: Menguras tempat penampungan air minimal 1 kali seminggu Menutup rapat wadah air Mengubur atau mendaur ulang barang-barang bekas yang berpotensi menampung air Plus, melakukan upaya tambahan seperti menggunakan kelambu, lotion anti nyamuk, dan menjaga kebersihan lingkungan Ingat! DBD dapat berakibat fatal bila terlambat ditangani. Deteksi dini dan penanganan yang cepat adalah kunci utama untuk menyelamatkan nyawa anak. (dw/em 2026)

Standard Post with Image

Pola HIDUP SEHAT: Gerbang menuju Sehat dan Bahagia

Hidup Sehat telah membuktikan bahwa jika dijalankan dengan benar akan mencegah mengobati penyakit yang kronis atau penyakit tidak menular dan memulihkan kesehatan. HIDUP SEHAT terdiri dari 10 obat alami yaitu: 1. hati yang gembira :program manajemen stres 2. Istirahat yang cukup memberikan solusi istirahat yang nyenyak 3. Diet yang seimbang: prinsip makan dengan pola jenis jumlah dan jadwal 4. Udara yang bersih :latihan pernapasan dalam 5. Pengendalian diri: bagaimana memilih hal yang sehat dengan menjaga otak depan 6. Sinar matahari : membantu mengoptimalkan vitamin D dengan bantuan sinar matahari 7. Enerjik  berolahraga:  program olahraga 8. Hubungan sosial yang baik: bagaimana memiliki komunikasi yang efektif dan baik 9. Air jernih yang cukup memanfaatkan air bening untuk kesehatan 10. Tuhan yang terutama :menumbuhkan harapan, iman,  kepercayaan, kepada pencipta dan cinta kasih terhadap sesama.

Standard Post with Image

HUMAN IMMUNODEFEICENCY VIRUS

Penularan HIV-AIDS : 1. Hubungan Seks yang tidak aman dan berganti-ganti pasangan 2. Melalui darah, mis : transfusi darah, penggunaan jarum suntik yang terkontaminasi darah yang mengandung virus HIV 3. Melalui ibu hamil yang mengidap HIV kepada bayinya, melalui proses kehamilan, melahirkan dan menyusui   Hubungi Klinik 277 kami di : 0812-2374-2738 Minggu - Jumat : 08.00 - 14.00 WIB  

Halo dengan Rumah Sakit Advent,
Saya mau bertanya ...