ARTIKEL

Standard Post with Image

Minutes can Save Lives, Learn the Sign, Say It's a Stroke, Save#precioustime

Dalam rangka memperingati WORLD STROKE DAY,  RS Advent Bandung mempersembahkan : SEMINAR AWAM : Minutes can Save Lives, Learn the Sign, Say It's a Stroke, Save#precioustime Seringkali kita mengganggap sepele gejala stroke dan mengabaikan ketika gejala-gejala tersebut muncul. Padahal, waktu merupakan faktor yang terpenting dalam penanganan stroke.  Mari mengenal lebih dalam mengenai gejala stroke, faktor resiko, rehabilitasi pada pasien stroke serta bagaimana tindakan intervensi pada pasien stroke bersama para ahli di bidangnya.  Selain itu, peserta diajak untuk belajar dan bergerak bersama melakukan senam stroke. Acara ini akan diselenggarakan secara hybrid pada : 🗓️ Minggu, 30 Oktober 2022 ⏰ Pk 07.00 - selesai 📍Gedung Serba Guna  Lantai 1, RS Advent Jl. Cihampelas no. 161, Bandung Online : via Zoom Meeting ID : 222 777 5050 Passcode   : rsadvent Link Seminar: https://us02web.zoom.us/j/2227775050?pwd=V1VJQVhXdkZMYndkdkhKczJIOCs2UT09 Untuk informasi lebih lanjut, hubungi : Customer Service: 0822 5885 8870 0823 1605 7773

Standard Post with Image

PENYAKIT ALZHEIMER

Merawat orang dengan Alzheimer kadang-kadang bisa sangat sulit. Namun, ada cara untuk menghadapi situasi tersebut dan dapat membantu Anda sebagai pengasuh dan keluarga penyandang Alzheimer. Alzheimer sendiri adalah penyebab paling umum dari demensia, yang ditandai dengan hilang daya ingat, pemikiran, atau gejala perilaku yang mengganggu aktivitas kehidupan sehari-hari. Yang perlu kita pahami bersama adalah ALZHEIMER BUKAN BAGIAN NORMAL DARI PENUAAN, ALZHEIMER HARUS DIOBATI. Penyakit Alzheimer, pertama kali dijelaskan oleh ahli saraf Jerman, yaitu Alois Alzheimer, merupakan penyakit fisik yang mempengaruhi otak. Selama berjalannya waktu penyakit protein plak dan serat yang berbelit berkembang dalam struktur otak yang menyebabkan kematian sel-sel otak. Orang dengan Alzheimer juga memiliki kekurangan beberapa bahan kimia penting dalam otak mereka. Bahan kimia ini terlibat dengan pengiriman pesan dalam otak. Alzheimer adalah penyakit progresif, bertahap dari waktu ke waktu dan menyebabkan lebih banyak bagian otak yang rusak. Karena itulah gejala yang muncul menjadi lebih parah. STADIUM DEMENSIA ALZHEIMER RINGAN Kerusakan kognitif ringan ketika seseorang memiliki kesulitan mengingat hal-hal atau berpikir jernih tetapi gejalanya tidak cukup berat untuk mengarah ke diagnosis penyakit Alzheimer. Penelitian terbaru menunjukan bahwa orang dengan stadium ringan memiliki peningkatan risiko untuk berkembang ke penyakit Alzheimer. Namun, peningkatan dari stadium ringan ke Alzheimer rendah (sekitar 10%-20% setiap tahun) dan akibatnya diagnosis stadium ringan tidak selalu berarti bahwa orang tersebut akan terus berkembang menjadi Alzheimer. SEDANG Terjadi loncatan-loncatan dalam mengingat dan berpikir. mulai memerlukan bantuan dalam kegiatan sehari-hari, dan mungkin terjadi perubahan kepribadian.  Pada tahap ini, akan: tidak dapat mengingat alamat atau nomor telepon sendiri, atau di mana bersekolah dulu, bingung tentang hari dan di mana mereka berada, mengalami kesulitan menghitung mudah, seperti menghitung pengurangan 4 dari 40, atau menghitung 20, 18, 16, pola tidur berubah banyak – misalnya tidur sepanjang hari dan menjadi resah saat malam, kepribadian dan perilakunya berubah, termasuk menjadi mudah curiga dan memiliki banyak khayalan (misalnya merasa bahwa perawat menipu), atau melakukan sesuatu berulang-ulang seperti merobek-robek tisu.  BERAT  Pada tahap ini, pasien kehilangan kemampuan berinteraksi dengan lingkungan secara tepat, kemampuan bercakap-cakap, dan mengendalikan gerakan meski masih dapat menyebutkan kata atau penggalan kalimat. Pada tahap ini, pasien sangat memerlukan bantuan melakukan kegiatan sehari-hari seperti membersihkan diri, makan dan ke kamar mandi. Mereka bisa juga kehilangan kemampuan untuk tersenyum, duduk tanpa senderan atau dukungan, serta menegakkan kepala. Otot mereka makin kaku dan mengunyah menjadi sulit. Perlu diingat, sulit menempatkan di tahap mana seorang pasien berada, karena gejala-gejalanya ini kerap tumpang-tindih. Seseorang dengan Alzheimer akan membutuhkan bantuan pengasuh untuk mengatur harinya. Aktivitas yang terstruktur dan menyenangkan seringkali dapat mengurangi rasa gelisah dan mudah marah, serta memperbaiki suasana hati. Rencana kegiatan harian memungkinkan Anda menghabiskan lebih sedikit waktu untuk mencari tahu apa yang harus dilakukan, dan lebih banyak waktu untuk melakukan kegiatan yang bermakna dan memberikan kesenangan. Seseorang dengan Alzheimer tidak harus berhenti melakukan aktivitas yang dia sukai. Banyak aktivitas yang dapat dimodifikasi sesuai dengan kemampuan. Selain meningkatkan kualitas hidup, aktivitas dapat mengurangi perilaku seperti berkeliaran atau gelisah dan mudah marah. Hal-hal yang bisa dilakukan: 1.    Lakukan aktivitas yang diminati dan disesuaikan dengan kemampuan. 2.    Berikan perhatian khusus pada apa yang disukai. 3.    Pertimbangkan apakah mampu memulai aktivitas tanpa arahan, seperti menyiapkan sarapan di pagi hari. 4.    Perhatikan kondisi fisik, seperti apakah cepat lelah setelah beraktivitas. 5.    Fokus pada hal-hal yang menyenangkan. 6.    Terlibat dalam aktivitas sehari-hari, seperti menyiram bunga. 7.    Cari kegiatan favorit, seperti membaca koran. 8.    Pertimbangkan waktu beraktivitas, seperti mandi di pagi hari. 9.    Sesuaikan kegiatan dengan stadium penyakit. Berkomunikasi yang Baik  Penyandang Alzheimer secara bertahap dapat mengalami penurunan kemampuan berkomunikasi. Mereka tidak hanya lebih sulit mengekspresikan pikiran dan emosi, tetapi juga lebih sulit memahami orang lain, seperti:  1. Kesulitan menemukan kata yang tepat.  2. Menggunakan kata-kata yang sudah dikenal berulang kali.  3. Kesulitan mengatur kata-kata secara logis.  4. Mengandalkan lebih banyak gerakan saat berbicara. Tidak ada satu formula pengasuhan yang cocok untuk semua penyandang Demensia Alzheimer. Pentingnya komitmen pengasuh dan keluarga untuk memberikan pendampingan dan perawatan sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup penyandang Alzheimer. Mari kita rawat mereka denganpenuh kasih sayang. Reference: 1. https://alzi.or.id/alzheimer-demensia/ 2. file:///E:/MATERI%20KONSULTASI/Tips%20Bagi%20Pengasuh%20dan%20Keluarga%20Penyandang%20Demensia%20Alzheimer.pdf 3. https://www.alzheimersresearchuk.org/omega-3-intake-in-midlife-reduced-dementia-risk/  

Standard Post with Image

Monkeypox

Monkeypox (cacar monyet)  merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus monkeypox yang ditularkan melalui binatang namun saat ini sudah menular dari manusia ke manusia. Temuan Kasus Monkeypox pertama kali ditemukan tahun 1958 di Denmark ketika ada dua kasus seperti cacar muncul pada koloni kera yang dipelihara untuk penelitian, sehingga dinamakan ‘monkeypox’ Kasus cacar monyet pada manusia pertama  kali ditemukan pada tahun 1970, yaitu di  Republik Demokratik Kongo. Seorang anak usia 9  tahun terkena cacar monyet tersebut, dan sejak saat itu kasus monkey pox pada manusia sering terjadi di wilayah Afrika Tengah dan Afrika Barat. Tanggal 9 Mei 2019 Kasus konfirmasi Monkeypox (MPX): Warga negara Nigeria (endemis  Monkeypox) berkunjung ke Singapura  pada tanggal 28 April 2019, dinyatakan  positif terinfeksi virus Monkeypox  (MPXV) pada tanggal 8 Mei 2019, ada 1 Kasus dan 23 orang yang kontak  erat dengannya telah dikarantina. Tanggal 20 Agustus 2022 1 Kasus terkonfirmasi di Indonesia. Seseorang dengan riwayat perjalanan dari Belanda, Swiss, Belgia dam Perancis.  Saat ini Indonesia mengintensifikasi penemuan kasus monkeypox dan berusaha untuk bisa menghindarkan Indonesia dari penyebaran penyakit ini. Penularan Cacar Monyet Anda dapat terinfeksi jika kontak fisik dengan penderita monkeypox atau dengan barang yang terkontaminasi. Monkeypox menyebar saat seseorang kontak langsung kulit ke kulit atau percikan ludah dari orang yang terinfeksi termasuk saat berhubungan sexual.1 Gejala Cacar monyet Masa inkubasi : biasanya 6 – 16 hari, tetapi dapat berkisar dari 5 – 21 hari Fase Prodromal (1-3 hari) : Demam Sakit kepala hebat Limfadenopati (pembengkakan kelenjar getahbening) Nyeri punggung Nyeri otot dan lemas Fase erupsi (Fase paling infeksius) : Ruam atau lesi pada kulit biasanya dimulai dari wajah kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya secara bertahap; mulai dari: bintik merah seperti cacar (makulopapula), lepuh berisi cairan bening (blister),  lepuh berisi nanah (pustule), kemudian mengeras (krusta) atau keropeng  lalu rontok. Biasanya diperlukan waktu hingga 3  minggu sampai periode  lesi tersebut menghilang dan rontok. Monkeypox biasanya merupakan penyakit yang dapat sembuh sendiri dengan  gejala yang berlangsung selama 14 – 21 hari.2 Perbedaan antara Monkeypox, Smallpox dan Chickenpox3 Pengobatan Saat ini, tidak ada perawatan khusus yang tersedia untuk infeksi cacar monyet, tetapi wabah cacar monyet dapat dikendalikan. Vaksin cacar, cidofovir, ST-246, dan vaccinia immune globulin (VIG) dapat digunakan untuk mengendalikan wabah monkeypox, namun jumlahnya masih terbatas.4 Pencegahan5 Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti cuci tangan dengan air dan sabun, atau  menggunakan           pembersih tangan berbahan dasar alkohol. Menghindari kontak langsung dengan tikus atau primata dan membatasi pajanan langsung dengan darah  atau daging yang tidak dimasak dengan baik. Menghindari kontak fisik dengan orang yang terinfeksi atau material yang terkontaminasi,termasuk  tempat tidur atau pakaian yang sudah dipakai penderita. Menghindari kontak dengan hewan liar atau mengkonsumsi daging yg diburu dari hewan liar (bush meat) Pelaku perjalanan yang baru kembali dari wilayah terjangkit agar segera memeriksakan dirinya jika  mengalami gejala-gejala demam tinggi yang mendadak, pembesaran kelenjar getah bening dan ruam  kulit, dalam waktu < 3 minggu setelah kepulangan, dan menginformasikan riwayat perjalanannya Petugas kesehatan agar menggunakan sarung tangan, masker dan baju pelindung saat menangani pasien  atau binatang yang sakit. References: 1. Monkeypox/ www.cfsph.iastate.edu 2013, CDC 2015, Updated: WHO June 2018 2. Kemenkes RI 2019, HTTP://INFEKSIEMERGING.KEMKES.GO.ID 3. N Engl J Med 2004;350;4:344-50 4. Centers for Disease Control and Prevention, National Center for Emerging and Zoonotic Infectious Diseases. : December 7, 2016 5. Kemenkes RI 2019, HTTP://INFEKSIEMERGING.KEMKES.GO.ID

Standard Post with Image

Apa manfaat olahraga buat kamu penderita diabetes?

Oleh Willy Yonas “Olahraga adalah Obat” adalah motto dari spesialis kedokteran olahraga Amerika Serikat. Sama seperti obat minum, olahraga pun ada dosis nya yang tepat supaya kamu bisa lebih sehat. Saran untuk penderita diabetes dalam berolahraga dari American Diabetes Association adalah: Melakukan olahraga aerobik dan kekuatan (strength training) Minimal 150 menit/minggu (kalau lebih boleh) Apa yang terjadi ketika penderita diabetes berolahraga secara rutin? Sel-sel dalam tubuh menjadi lebih sensitif terhadap insulin Membakar lemak-lemak di antara sel-sel otot dan hati sehingga resistensi insulin dapat berkurang Menambah massa otot sehingga metabolisme gula darah akan menjadi baik Contoh olahraga aerobic: Berjalan kaki Jogging Berenang Bersepeda Olahraga aerobik adalah olahraga yang sifatnya kontinu atau berlangsung terus menerus. Disarankan 30 menit. Contoh olahraga kekuatan (strength training): Squat (jongkok berdiri) Gerakan lunges Jingjit (calf raises) Push up Pull up Tricep band Bicep curl (angkat barbel) Dll. Dengan bertambahnya usia, massa otot akan menyusut perlahan-lahan, itulah sebabnya massa otot perlu dipertahankan supaya tetap sehat. Satu-satunya cara untuk mempertahankan massa otot adalah dengan berolahraga. Pilihlah olahraga yang anda sukai, yang mudah dilakukan, tidak memakan banyak waktu (terutama bila anda sibuk). Pilihlah yang praktis, yang bisa dilakukan dimana saja, sehingga tidak ada alasan untuk tidak berolahraga. Olahraga adalah obat. Tidak ada obat apapun yang bisa menggantikan manfaat olahraga. Ayo olahraga dan kendalikan diabetes!

Standard Post with Image

BAGAIMANAKAH ETIKA SAAT BATUK DAN BERSIN UNTUK MENCEGAH PENULARAN PENYAKIT ???

Batuk dan bersin sering kali kita alami secara tidak terduga dan dimanapun kita berada. Batuk dan bersin merupakan salah satu cara yang baik dan cepat dalam menularkan penyakit kepada orang lain yang berada disekitar kita. Mengapa demikian ?? Saat batuk dan bersin,  akan kita rasakan adanya cipratan keluar dari hidung maupun mulut. Cipratan itu berisikan mikroorganisme atau kuman – kuman. Cipratan tadi akan terbang bebas diudara sehingga akan dapat terhirup oleh orang –orang yang berada disekitar kita. Akhir yang didapat adalah penularnya batuk dan flu dengan cepat. Untuk itu kami memberikan tips bagaimana kita mencegah penularan batuk dan flu dengan mudah : Bila kita sedang menderita batuk atau flu, sebaiknya gunakan masker. Penggunaan masker harus dengan tepat yaitu menutup hidung sampai kedagu. Atau bila kita batuk atau bersin, segera tutup hidung dan mulut dengan menggunakan tissue lalu buang tissue ke tempat sampah yang tersedia dan lakukan cuci tangan. Bila kita tidak membawa tissue, maka gunakan lengan atas bagian dalam kita untuk menutup hidung ddan mulut. Tidak dianjurkan untuk menutup dengan telapak tangan, bila tidak ada fasilitas cuci tangan di tempat tersebut. Ayo cegah penularan dan penyebaran penyakit dengan budaya hidup sehat.  

Standard Post with Image

Temukan Obati Sampai Sembuh Tuberkulosis (TOSS TBC)

TOSS TBC Temukan Obati Sampai Sembuh Tuberkulosis TBC atau Tuberkulosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh kuman TBC (Mycobacterium Tuberculosis). Kuman ini menyerang tubuh manusia, terutama pada paru. TBC bukan penyakit turunan, bukan disebabkan oleh kutukan ataupun guna-guna. Bagaimana Penularannya? Kuman TBC keluar ke udara (melalui dropet/percikan dahak) pada saat penderita TBC batuk, bersin atau berbicara Gejala Utama: BATUK (berdahak maupun tidak berdahak) Gejala lainnya: DEMAM MERIANG (demam tidak terlalu tinggi) BATUK BERDAHAK (dapat bercampur darah) NYERI DADA BERKERINGAT TANPA SEBAB (terutama pada sore-malam hari) NAFSU MAKAN MENURUN BERAT BADAN MENURUN PEMERIKSAAN TBC Pemeriksaan dahak Dahak diambil 2 kali dalam waktu 2 hari, yakni : SP/SS SEWAKTU datang di fasilitas kesehatan (hari ke-1) PAGI hari setelah bangun tidur (hari ke-2) SEWAKTU datang ke fasilitas kesehatan (hari ke 2)   Rontgen Foto Dada   Pemeriksaan tambahan berupa rontgen foto dada (bila pemeriksaan dahak hasilnya negatif, sedangkan gejala TBC lainnya ada)   PENGOBATAN TBC Pengobatan berlangsung selama 6-8 bulan yang terbagi dalam 2 tahap Tahap Awal :Obat diminum setiap hari selama 2 atau 3 bulan Tahap Akhir : Obat diminum 3 kali seminggu selama 4 atau 5 bulan   Gaya hidup sehat dan pencegahan TBC Makan makanan yang bergizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh Membuka jendela agar rumah mendapatkan cukup sinar matahari dan udara segar Menjemur alas tidur agar tidak lembab Mendapatkan suntikan vaksin BCG bagi anak usia dibawah 5 tahun untuk menghindari TBC berat (meningitis dan milier) Olahraga teratur Tidak merokok BILA ANDA MEMILIKI GEJALA TBC, SEGERA PERIKSAKAN KE PUSKESMAS ATAU RUMAH SAKIT TERDEKAT SUMBER: KEMENKES.ID

Halo dengan Rumat Sakit Advent,
Saya mau bertanya ...