Akhir-akhir ini masyarakat semakin sering mendengar istilah superflu. Meski bukan istilah medis resmi, superflu digunakan untuk menggambarkan infeksi saluran pernapasan yang lebih berat dibanding flu biasa. Kondisi ini dapat terjadi karena infeksi beberapa virus pernapasan secara bersamaan, seperti influenza, COVID-19, RSV, dan virus lainnya. Superflu tidak hanya menyebabkan keluhan flu ringan, tetapi dapat menimbulkan gejala yang lebih berat, berlangsung lebih lama, serta meningkatkan risiko komplikasi, terutama pada kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, ibu hamil, penderita penyakit kronis, dan individu dengan daya tahan tubuh rendah. Gejala superflu umumnya diawali dengan demam tinggi dan menggigil, disertai batuk berat, sakit tenggorokan hebat, nyeri dada, nyeri otot, dan rasa lemas yang ekstrem. Pada beberapa orang dapat muncul sesak napas, mual, muntah, atau diare. Bila keluhan ini tidak ditangani dengan baik, superflu dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius dan memerlukan perawatan di fasilitas kesehatan. Oleh karena itu, pencegahan menjadi langkah paling penting. Masyarakat diimbau untuk selalu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti mencuci tangan dengan sabun, menggunakan masker saat sakit atau berada di keramaian, serta menerapkan etika batuk dan bersin. Istirahat cukup, asupan gizi seimbang, dan pengelolaan stres juga berperan besar dalam menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah terinfeksi. Apabila seseorang mengalami gejala flu, dianjurkan untuk beristirahat di rumah, memperbanyak minum, dan mengonsumsi obat penurun demam sesuai anjuran. Penggunaan antibiotik tidak dianjurkan tanpa resep dokter, karena superflu umumnya disebabkan oleh virus. Segera kunjungi fasilitas kesehatan apabila muncul tanda bahaya seperti sesak napas, demam tinggi lebih dari tiga hari, penurunan kesadaran, atau kondisi tubuh yang sangat lemas. Penting untuk diingat bahwa flu bukan penyakit ringan bila menyerang kelompok berisiko. Dengan kewaspadaan, pencegahan yang konsisten, dan penanganan yang tepat, superflu dapat dicegah dan dampaknya dapat diminimalkan. Mari bersama-sama melindungi diri, keluarga, dan lingkungan sekitar agar tetap sehat dan produktif.