ARTIKEL

Standard Post with Image

Temukan Obati Sampai Sembuh Tuberkulosis (TOSS TBC)

TOSS TBC Temukan Obati Sampai Sembuh Tuberkulosis TBC atau Tuberkulosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh kuman TBC (Mycobacterium Tuberculosis). Kuman ini menyerang tubuh manusia, terutama pada paru. TBC bukan penyakit turunan, bukan disebabkan oleh kutukan ataupun guna-guna. Bagaimana Penularannya? Kuman TBC keluar ke udara (melalui dropet/percikan dahak) pada saat penderita TBC batuk, bersin atau berbicara Gejala Utama: BATUK (berdahak maupun tidak berdahak) Gejala lainnya: DEMAM MERIANG (demam tidak terlalu tinggi) BATUK BERDAHAK (dapat bercampur darah) NYERI DADA BERKERINGAT TANPA SEBAB (terutama pada sore-malam hari) NAFSU MAKAN MENURUN BERAT BADAN MENURUN PEMERIKSAAN TBC Pemeriksaan dahak Dahak diambil 2 kali dalam waktu 2 hari, yakni : SP/SS SEWAKTU datang di fasilitas kesehatan (hari ke-1) PAGI hari setelah bangun tidur (hari ke-2) SEWAKTU datang ke fasilitas kesehatan (hari ke 2)   Rontgen Foto Dada   Pemeriksaan tambahan berupa rontgen foto dada (bila pemeriksaan dahak hasilnya negatif, sedangkan gejala TBC lainnya ada)   PENGOBATAN TBC Pengobatan berlangsung selama 6-8 bulan yang terbagi dalam 2 tahap Tahap Awal :Obat diminum setiap hari selama 2 atau 3 bulan Tahap Akhir : Obat diminum 3 kali seminggu selama 4 atau 5 bulan   Gaya hidup sehat dan pencegahan TBC Makan makanan yang bergizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh Membuka jendela agar rumah mendapatkan cukup sinar matahari dan udara segar Menjemur alas tidur agar tidak lembab Mendapatkan suntikan vaksin BCG bagi anak usia dibawah 5 tahun untuk menghindari TBC berat (meningitis dan milier) Olahraga teratur Tidak merokok BILA ANDA MEMILIKI GEJALA TBC, SEGERA PERIKSAKAN KE PUSKESMAS ATAU RUMAH SAKIT TERDEKAT SUMBER: KEMENKES.ID

Standard Post with Image

Harapan besar dalam mengontrol gula darah, sekalipun sudah lanjut usia!

Oleh Willy Yonas Tidak terasa sudah hampir 2 tahun Program Terapi Mandiri Hidup Sehat Untuk Diabetes. Pada bulan April & Mei 2022, batch ke 8 dan 9 tamat setelah mengikut program selama 12 minggu. Total peserta dari kedua batch ini adalah 20 orang. Peserta program bervariasi tempat asalnya. Ada yang dari Bandung, Jakarta, Manado, Surabaya, Tangerang, Cianjur, dan Subang. Latar belakang dan kebiasaan peserta yang beragam memberikan tantangan juga bagi tim program diabetes RS Advent Bandung dalam menyarankan pola hidup sehat. Peserta-peserta yang mengikuti program kondisinya bervariasi. Ada yang menggunakan insulin, obat diabetes, ada juga yang tidak menggunakan obat apapun. Ada pula yang sudah mengalami penurunan fungsi ginjal yang menurun. Masing-masing peserta berada pada perjalanan penyakitnya masing-masing. Setiap orang kondisinya unik. Kemajuan yang terlihat tidak terlalu bisa dibandingkan satu dengan yang lain. Di batch 9, kita mendapatkan peserta tertua selama ini. Ibu yang berasal dari Surabaya tersebut berusia 85 tahun. Seseorang yang sudah lanjut usia, ketika merubah pola makannya kepada pola makan nabati sesuai takaran kebutuhan gizi setiap harinya, dan juga gerak badan secara rutin sesuai kemampuannya, ternyata masih dapat mengalami kemajuan yang begitu luar biasa. Pemeriksaan HbA1c bisa turun dari 11.4% menjadi 7.6% dalam 3 bulan! Tadinya ibunya takut makan karena gula darahnya berkisar di sekitar 300-400. Tapi dengan pengarahan dan implementasi yang tepat, ternyata gula darah bisa turun jauh sekali mendekati normal. Kami, tim program diabetes Rumah Sakit Advent Bandung belajar satu hal, bahwa tidak ada kata terlambat untuk hidup sehat! Selalu ada harapan bagi setiap orang yang mau berjuang untuk lebih sehat dengan pertolongan Tuhan Yang Maha Kuasa.

Standard Post with Image

Mengenal lebih jauh tentang BRAIN FOG

Brain fog bukanlah suatu masalah kesehatan, melainkan istilah yang dipakai untuk mendeskripsikan gangguan kognisi yang melibatkan: Gangguan memori, mudah lupa Sulit konsentrasi, tidak bisa fokus Berpikir lebih lama dari biasanya Bingung Sulit mencari kata Dalam satu penelitian dalam Jurnal Neurology “Assessment of Cognitive Function in Patients After Covid-19 Infection”, mengatakan bahwa virus ini tidak hanya menyerang sistem pernapasan saja tapi dapat menyerang seluruh sistem tubuh kita. Virus menyerang sistem saraf, jantung, hingga pencernaan.1 Dilansir dalam sebuah penelitian, ditemukan bahwa beberapa orang dengan kondisi Covid-19 akan mengalami suatu bentuk komplikasi seperti peradangan otak (ensefalopat)i, gangguan pembuluh darah yang berujung pada stroke, ataupun kekurangan oksigen (hipoksia) yang menyebabkan kerusakan sel otak. Mendukung hal ini dalam penelitian oleh National Institute of Neurological Disorders and Stroke (NINDS), the National Eye Institute, dan the National Institute of Allergy and Infectious Diseases, para peneliti menemukan bahwa setelah kasus ringan COVID-19, salah satu sel kekebalan manusia di otak yang disebut mikroglia menjadi aktif dan tetap lebih reaktif bahkan berminggu-minggu kemudian. Ketika mikroglia lebih reaktif, otak mengalami kesulitan mengikuti beberapa tugas rutinnya, seperti membuat neuron baru di hipokampus, yang merupakan bagian otak yang memainkan peran penting dalam pembelajaran dan memori. Penelitian ini menunjukkan bahwa bahkan kasus ringan COVID-19 yang hanya memengaruhi sistem pernapasan pun dapat menyebabkan long term effect pada cara kerja sel-sel otak. Ini bisa menjelaskan mengapa beberapa orang melaporkan mengalami masalah dengan konsentrasi dan ingatan setelah COVID-19.2 Menariknya, dalam penelitian yang dilakukan oleh University of Standford mendapatkan hasil bahwa Brain fog setelah COVID-19 secara biologis mirip dengan gangguan kognitif yang disebabkan oleh kemoterapi kanker, sesuatu yang sering disebut dokter sebagai "otak kemo." Dalam kedua kasus, peradangan yang berlebihan merusak sel dan proses otak yang sama.3   Apa yang bisa kita lakukan?4 1. Olahraga Lakukan latihan aerobik. Anda mungkin perlu memulai dengan lambat, mungkin hanya dua hingga tiga menit beberapa kali sehari. Meskipun tidak ada "dosis" olahraga yang ditetapkan untuk meningkatkan kesehatan otak, umumnya Anda disarankan untuk berolahraga selama 30 menit sehari, lima hari seminggu. 2. Tidur yang Cukup Memiliki tidur cukup dapat membantu membersihan racun yang dapat berkontribusi pada kabut otak. Pastikan untuk mendapat waktu tidur yang cukup yaitu sekitar 7 – 8 jam setiap malam.  3. Konsumsi makanan yang bergizi Diet sehat termasuk minyak zaitun, buah-buahan dan sayuran, kacang-kacangan dan kacang-kacangan, dan biji-bijian telah terbukti meningkatkan pemikiran, memori. dan kesehatan otak. 4. Hindari zat-zat yang dapat memengaruhi fungsi otak Berikan otak Anda kesempatan terbaik untuk sembuh dengan menghindari zat yang dapat mempengaruhinya. 5. Lakukan kegiatan yang dapat menstimulasi otak Melakukan kegiatan yang menstimulasi otak dapat membantu meningkatkan produksi zat kimia di otak yang disebut norepinefrin. Zat ini merangsang otak untuk bekerja dengan optimal, sehingga menurunkan risiko Anda terkena brain fog. 6. Hindari stress,berpikir positif Brain fog juga dapat disebabkan oleh stres dan depresi. Meditasi juga dapat membantu mengurangi stres dan merilekskan otak dan tubuh Anda.   Resources: https://jamanetwork.com/journals/jamanetworkopen/fullarticle/2785388 https://covid19.nih.gov/news-and-stories/a-possible-mechanism-behind-brain-fog https://med.stanford.edu/news/all-news/2022/06/brain-fog-covid-chemo-brain.html https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/195/mengenal-dan-mengatasi-brain-fog-pasca-covid-19

Standard Post with Image

TERAPI MANDIRI HIDUP SEHAT UNTUK DIABETES

Terapi Mandiri Hidup Sehat untuk Diabetes selama 12 minggu merupakan program online terapi hidup sehat melalui diet/pola makan berbasiskan makanan nabati yang utuh dan olahraga yang dilakukan oleh anda ditempat masing-masing secara mandiri dengan mengikuti panduan dan arahan dari tim RS Advent Bandung. Selama 12 minggu anda akan selalu didampingi oleh dokter-dokter spesialis, ahli gizi dan tenaga kesehatan professional yang siap memandu dan mendukung anda untuk mengalahkan diabetes tipe 2. Yang Anda Dapatkan (dalam kota Bandung): 1.      Tes laboratorium 2x di RS Advent Bandung 2.      Medical Body Composition Test 2x di RS Advent Bandung 3.      Konsultasi dokter penyakit dalam dan ahli gizi 4.      Kelas online melalui zoom setiap seminggu sekali selama 12 minggu          (setiap hari selasa/kamis jam 19:30) 5.      Puluhan video resep yang sehat dan cepat 6.      Full support dan pemantauan selama 12 minggu Yang Anda Dapatkan (dari luar kota Bandung*): 1.      Konsultasi dokter penyakit dalam dan ahli gizi secara online 2.      Kelas online melalui zoom setiap seminggu sekali selama 12 minggu          (setiap hari selasa/kamis jam 19:30) 3.      Puluhan video resep yang sehat dan cepat 4.      Full support dan pemantauan selama 12 minggu *Tes laboratorium dilakukan di kota masing-masing di awal dan di akhir program Jadwal Program di tahun 2022: 18 Januari - 12 April 2022 17 Feb - 12 Mei 2022 24 Mei - 16 Agustus 2022 9 Juni - 1 September 2022 6 Sept - 29 Nov 2022 22 Sept - 15 Dec 2022 Informasi lebih lanjut hubungi: Willy Yonas - 08112183003 Dewi Puspita Wardhani - 087886723610 Tim ahli pada program ini:

Standard Post with Image

Apapun Variannya, Pencegahannya tetap dengan PROKES!

Beberapa waktu belakangan ini, kita telah kembali dilanda dengan “angin” varian baru Covid-19. Masih jelas dalam ingatan bagaimana segarnya situasi yang sempat aman dan stabil ini. Semua berlomba-lomba untuk bisa pergi berlibur, mengunjungi sanak keluarga yang jauh, atau sekadar keluar rumah karena sebelumnya takut berpergian. Angka Covid-19 yang terkendali, membuat pemerintah pun melonggarkan pemakaian masker dengan catatan: 1. Pada area terbuka yang tidak padat orang 2. Aktivitas di ruangan tertutup dan transportasi public tetap  menggunakan masker 3. Lansia, komorbid, ibu hamil dan anak belum divaksin wajib masker 4. Orang sakit (gejala batuk dan bersin) wajib masker Pemerintahpun mencanangkan adanya transisi pandemic ke endemic apabila situasi terus terkendali. Sebelumnya kita perlu pahami, apa itu Endemi, Pandemi dan Epidemi. Epidemi adalah Peningkatan secara tiba-tiba dalam jumlah kasus penyakit di atas yang diharapkan pada populasi di wilayah tertentu (situasi COVID-19 pada akhir 2019 disebut menjadi epidemi di China) Pandemi adalah Epidemi yang telah menyebar ke beberapa negara atau benua dan memengaruhi banyak orang. Endemi adalah Jumlah penyakit tertentu yang biasanya ada dalam suatu komunitas. Kasus yang terjadi secara  konstan pada sebuah populasi yang menyebar secara lambat. Contoh endemic dunia adalah Malaria, Tuberkulosis, Influenza, dll Baru saja hal ini dibicarakan, pada sekitar bulan Januari Februari 2022,varian SARS-CoV-2 BA.4 dan BA.5 pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan dan menjadi varian dominan di Negara tersebut pada Mei 2022. Melansir situs resmi Kementerian Kesehatan, Sabtu (11/6/2022), dijelaskan, bahwa subvarian baru BA.4 dan BA.5 pertama kali dilaporkan terdeteksi di Indonesia pada 6 Juni 2022 dan diprediksi akan mencapai puncaknya pada Minggu kedua atau ketiga bulan Juli 2022. Ini berdasarkan kasus sebelumnya yang mengalami puncak kasus harian setelah sebulan terdeteksi di Indonesia. Diketahui tren kasus Covid-19 di Indonesia saat ini sedang mengalami kenaikan. Rata-rata tujuh hari dari kasus baru harian naik 70% menjadi 1.688 pada 25 Juni. “Angin” varian baru covid-19 ini seharusnya membuat kita lebih waspada, bahwa pencegahan sekaligus upaya memutuskan penyebaran covid-19 ini adalah dengan tetap menjalankan protokol kesehatan dan menyukseskan program vaksinasi. Rumah Sakit Advent Bandung memiliki 7M Prokes yaitu: 1. Menggunakan Masker secara Benar 2. Mencuci Tangan Cuci tangan secara benar! 6 Langkah Mencuci Tangan  - Gosok telapak tangan  - Gosok punggung tangan  - Gosok sela- sela jari  - Gosok buku-buku jari dengan gerakan seperti mengunci  - Gosok bagian jempol dengan gerakan memutar  - Bersihkan kuku-kuku jari dengan gerakan memutar 3. Menjaga Jarak 4. Menghindari Kerumunan 5. Membatasi Perjalanan 6. Menghindari Makan Bersama 7. Menghidupkan Pola H.I.D.U.P.S.E.H.A.T     - Hati yang Gembira     - Istirahat yang Cukup     - Diet yang Seimbang     - Udara Bersih yang Cukup     - Pengendalian Diri     - Sinar Matahari yang Cukup     - Enerjik Berolahraga     - Hubungan Sosial yang Baik     - Air Jernih yang Cukup     - Tuhan yang Terutama    Jadi, jika kita bertanya SAYA HARUS BAGAIMANA saat muncul varian baru yang lain, maka jawabannya akan tetap sama. Lakukan Protokol Kesehatan secara benar. Apabila kita semua telah memahami hal ini, maka sudah menjadi tugas kita untuk bisa mengedukasi orang lain terkait protokol kesehatan ini. Mari saling tolong menolong untuk bisa bersama-sama menuju ke era endemi. Tanpa saya, dia tidak akan bisa. Tanpa dia, saya tidak akan bisa. Karena mereka telah menjadi kita, dan kita bersama-sama BISA menuju era yang lebih baik. Salam HIDUP SEHAT.  

Standard Post with Image

Mengenal Diffuse Axonal Injury

Diffuse axonal injury atau Cedera aksonal difus adalah robekan (robekan) serabut saraf penghubung akson yang terjadi saat otak cedera saat otak bergeser dan berputar di dalam tulang tengkorak. DAI biasanya menyebabkan koma dan cedera pada berbagai bagian otak. Perubahan di otak seringkali mikroskopis dan mungkin tidak terlihat pada magnetic resonance imaging (MRI). Akson adalah bagian neuron yang panjang seperti benang yang menghantarkan impuls listrik. Serabut saraf ini bertanggung jawab untuk komunikasi antara sel-sel saraf. Dengan demikian, kerusakan akson dapat mengganggu kemampuan mereka untuk berkomunikasi dan membantu mengkoordinasikan fungsi tubuh, yang dapat menyebabkan kecacatan yang parah. Bisakah otak sembuh setelah terluka? Dalam kasus DAI, tindakan yang segera dilakukan yakni mengurangi adanya pembengkakan yang terjadi di dalam otak. Sebab, hal tersebut bisa menyebabkna kerusakan pada otak lebih lanjut. Di kasus tertentu, rangkaian steroid akan diberikan kepada pasien untuk mengurangi pembengkakan. Tak ada operasi yang tersedia untuk menangani orang yang mengalami DAI. Jika cederanya parah, ada kemungkinan pasien dalam keadaan vegetative bahkan bisa kematian. Namun, rehabilitasi dapat dilakukan jika DAI tergolong ringan hingga sedang. Sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa begitu sel-sel otak hancur atau rusak, sebagian besar, mereka tidak beregenerasi. Namun, pemulihan setelah cedera otak dapat terjadi, terutama pada orang yang lebih muda, karena dalam beberapa kasus, area lain di otak menggantikan jaringan yang cedera. Dalam kasus lain, otak belajar untuk mengalihkan informasi dan berfungsi di sekitar area yang rusak. Jumlah pasti pemulihan tidak dapat diprediksi pada saat cedera dan mungkin tidak diketahui selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Setiap cedera otak dan tingkat pemulihannya unik. Pemulihan dari cedera otak yang parah seringkali melibatkan proses perawatan dan rehabilitasi yang berkepanjangan atau seumur hidup.   Mencegah DAI Etiologi yang paling umum dari cedera aksonal difus melibatkan kecelakaan kendaraan bermotor kecepatan tinggi. Biasanya terjadi saat adanya benturan yang keras dan menyebabkan adanya pergerakan otak di dalam tengkorak. Mekanisme yang paling umum ini melibatkan gerakan percepatan dan perlambatan yang menyebabkan pergeseran otak. Oleh karenanya, penting untuk selalu berhati-hati dalam berkendaraan. Jaga keselamatan anda.   Sources:https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/traumatic-brain-injury  

Halo dengan Rumah Sakit Advent,
Saya mau bertanya ...